RADAR PURWOREJO - Rumah Sakit Dr Soedirman (RSDS) Kebumen kini telah memiliki bangsal jiwa. Bangsal tersebut disediakan untuk masyarakat umum, termasuk para calon legislatif (caleg) yang mengalami depresi akibat kalah kontestasi Pemilu 2024.
Dokter spesialis bangsal jiwa RSDS Kebumen Nurmi Widyarti mengaku, telah melakukan rangkaian antisipasi barangkali terjadi lonjakan pasien pasca Pemilu 2024. Antara lain memfasilitasi ruang bagi caleg depresi serta menyiapkan psikiater. "Sekarang kami tersedia Bangsal Seroja. Ada ruang seklusi (tertutup) dan ruang terapi aktivitas kelompok. Buat makan bersama dan bercerita," ungkapnya kemarin (3/2).
Nurmi menyebut, secara fasilitas maupun tenaga medis untuk penanganan jiwa di RSDS kini tercukupi. Dalam bangsal ini tersedia 11 ranjang dan dua ruang seklusi. Adapun penanganan akan ditunjang dua psikiater dan dua psikolog. Selain itu juga terdapat 11 perawat terlatih.
Ruang untuk pasien jiwa ini tampak berbeda dengan ruangan pada umumnya. Terdapat terali besi yang mengitari seluruh bangsal. Begitu juga dengan lorong menuju area bangsal tersebut. "Yang dirawat tentu saja terindikasi perlu perawatan. Biasanya yang gaduh gelisah dan hiperaktif," katanya.
Nurmi menyebut, tingkat gangguan jiwa di Kebumen terbilang cukup tinggi. Setidaknya, kata dia, terdapat 5.000 orang mengalami gangguan jiwa pada tahun lalu. Oleh karena itu, butuh penanganan secara komperehensif agar dapat tertangani dengan baik. "Harapan kami tentu bisa sembuh dan penderita gangguan jiwa tidak bertambah," ucapnya.
Terpisah, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos P3A Kebumen Seha Rahayu menyampaikan, pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap penanganan kesehatan jiwa. Saat ini, kata dia, terdapat beberapa layanan kesehatan yang siap menampung pasien terkait kondisi kejiawaan. "Kebetulan mitra terjalin dengan RSDS dan RSUD Prembun dan Puskesmas Karanganyar. Jadi ketika ada sesuatu langsung saling berkoordinasi. Yang penting berporses, target pulih sambil berjalan dengan ukuran tertentu," sebutnya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova