RADAR PURWOREJO - Ratusan kepala sekolah di Kebumen mengikuti sosialisasi terkait petunjuk teknis pengelolaan dana bantuan operasional satuan pendidikan (BOSP) 2024 Selasa (30/1). Tahun ini, Pemkab Kebumen mendapat kucuran dana BOSP senilai Rp 167 miliar.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dam Olahraga (Disdikpora) Kebumen Yanie Giat Setyawan menyampaikan, anggaran tersebut tersedia dan disalurkan untuk lima lembaga pendidikan. Masing-masing PAUD, SD, SMP, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). "Dulu cuma BOS, sekarang istilahnya ganti BOSP," jelasnya kemarin (31/1).
Yanie menyebut, secara rinci alokasi dana BOSP paling banyak diterima SD sejumlah Rp 95 miliar. Kemudian, SMP sejumlah Rp 48 miliar dan PAUD Rp 20 miliar. Sedangkan PKBM sebesar Rp 2,3 miliar. Terakhir SKB menerima sebesar Rp 346 juta. "Dibagi setiap satuan pendidikan dengan menyesuaikan prosi kebutuhan," ungkapnya.
Sejauh ini, kata Yanie, sekolah di bawah naungan Disdikpora Kebumen hanya mengandalkan BOSP untuk mencukupi kebutuhan layanan pendidikan. Pemerintah daerah belum mengalokasikan anggaran untuk BOS daerah (BOSDA) sebagai pendamping BOSP. "BOSDA itu di luar BOSP. Fungsinya untuk mendampingi. Di Kebumen belum ada. Kabupaten lain sebagian ada," ucap Yanie.
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengatakan, dana BOSP berdampak cukup signifikan bagi dunia pendidikan. Dari BOSP, kata Arif, tidak hanya sekedar mencukupi kebutuhan operasional sekolah, melainkan terbukti mampu meningkatkan mutu hasil pendidikan. "Artinya bahwa value for money dana BOS dapat dipertanggungjawabkan baik secara ekonomis, efisiensi maupun efektivitasnya," ujarnya.
Arif berpesan agar pengelolaan dana BOSP memperhatikan nilai kecepatan, efektif, transparan, dan akuntabel. Dia tak ingin dari anggaran tersebut kemudian muncul pelanggaran karena dari sisi pengelolaan tidak sesuai aturan.
Lebih lanjut, Arif meminta dana BOSP dapat digunakan skala prioritas untuk peningkatan mutu serta kulitas layanan pendidikan. Oleh karena itu, dia menekankan tentang pentingnya perencanaan yang matang sebelum digunakan untuk belanja kebutuhan. "Refleksi terhadap akar masalah dan membenahi permasalahan melalui program dan kegiatan yang terarah," bebernya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova