RADAR PURWOREJO - Perayaan Imlek tahun ini bertepatan dengan tahapan kampanye Pemilu 2024. Kondisi ini membuat pengurus klenteng berhati-hati agar Imlek steril dari muatan politik. Pengurus klenteng akan lebih selektif dalam memilih dan menentukan rangkaian kegiatan Imlek.
Seperti diungkapkan Pengurus Klenteng Kong Hwie Kiong, Kebumen Handi Wibowo. Menurutnya, perayaan imlek bersamaan tahapan Pemilu 2024 memiliki tantangan tersendiri. Yaitu, rentan disusupi unsur kampanye. "Ini kan sudah mulai mau Pemilu. Kami komitmen menghindari politik supaya lebih kondusif," kata Handi kemarin (9/2).
Handi mengaku, pengurus bersama jemaat klenteng tak ingin perayaan Imlek terganggu hanya karena kepentingan politik. Sebagai langkah antisipasi, pihaknya meminta bantuan kepolisian agar imlek berjalan khidmat. Termasuk menghindari atribut partai politik atau peserta pemilu di sekitar area klenteng. "Jadi kami ikut aturan setempat. Terutama kepolisian yang memberikan izin," ujarnya.
Sejauh ini, lanjut Handi, berbagai persiapan telah dilakukan untuk menyambut Tahun Baru Imlek. Dengan bersih-bersih interior maupun eksterior bangunan klenteng. Termasuk membersihkan benda yang biasa digunakan untuk peribadatan. Kemudian juga memasang pernak-pernik terkait Imlek. "Gam untuk tempat rupang juga sudah dibersihkan pakai air bunga. Sudah siap, tinggal pelaksanaan saja," jelasnya.
Handi menyebut, rangkaian Imlek tahun ini akan berjalan seperti biasa. Diawali dengan sembahyang atau beribadah bersama di klenteng. Setelah itu akan digelar puncak perayaan Cap Go Meh, tepatnya pada hari ke-15 bulan pertama kalender China. "Ada berdoa atau sembahyang bersama dan sendiri. Sekitar 25 Februari itu puncak," ucap Handi.
Warga Tionghoa Jasiman Mawardi, 47, berharap, perayaan Imlek tahun ini berjalan lancar. Tanpa ada keterkaitan salah satu kontestan pemilu tertentu. Oleh karena itu, perlu ketegasan pengurus klenteng maupun penyelenggara Imlek agar kegiatan steril dari muatan politik. "Pandangan politik boleh beda. Tapi kalau sudah urusan ibadah atau kepentingan bersama jangan disangkut-pautkan politik," ujarnya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova