Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Tiga Orang Tewas di JLSS Kebumen, Adu Banteng antara Truk dengan Mobil Pikap

Muhammad Hafied • Rabu, 14 Februari 2024 | 13:00 WIB
RINGSEK : Penampakan mobil pikap L300 usai terlibat kecelakaan di jalan lintas selatan-selatan (JLSS). Atau tepatnya di timur simpang empat arah mercusuar Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong.
RINGSEK : Penampakan mobil pikap L300 usai terlibat kecelakaan di jalan lintas selatan-selatan (JLSS). Atau tepatnya di timur simpang empat arah mercusuar Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong.


RADAR PURWOREJO – Tiga orang tewas dan satu korban dalam kondisi kritis akibat kecelakaan yang terjadi di Jalan Lintas Selatan-Selatan (JLSS) pada Senin (12/2) malam.


Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 20.30. Tepatnya di sisi timur simpang empat arah menara mercusuar, Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong. Kecelakaan maut ini melibatkan mobil pikap L300 dengan sebuah truk.


Kejadian bermula saat truk muatan kosong dengan pelat nomor polisi AA 9323 DJ melaju dari arah barat. Sebelum kecelakaan truk tersebut sempat hilang kendali. Di saat bersamaan melaju dari arah timur mobil pikap berpelat nomor AA 8958 DJ. Hingga kecelakaan adu banteng tak dapat dihindarkan.


Dalam video beredar memperlihatkan sejumlah warga sedang berupaya mengevakuasi seorang korban ke atas bak mobil terbuka. Satu korban lagi tampak terkapar dengan posisi tertutup daun pisang. Selain itu, satu korban lain terjepit pada bagian kabin mobil pikup. "Infonya tiga meninggal itu orang Tegalretno. Yang luka orang Karanggadung. Masih sama satu Kecamatan Petanahan," kata warga setempat Muhlisin, 35.

M Hafied/Radar Jogja
M Hafied/Radar Jogja


Ketiga korban masing-masing Hidayatu Rohman, 25, Maryono, 34, dan Sigit Subandri, 32,. Ketiga korban merupakan  warga Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan. Diketahui satu di antara ketiga korban adalah petugas pengawas tempat pemungutan suara (PTPS).


Muhlisin menjelaskan, saat kejadian ketiga korban tewas posisi berada dalam satu kendaraan bak terbuka. Yakni kendaraan pengangkut tenda hajatan. Kendaraan tersebut sedianya akan bongkar muatan. Namun di tengah perjalanan justru terlibat kecelakaan adu banteng. "Mobil bak tukang tratag (tenda). Paling parah itu yang L300. Ringsek bagian depan," ucapnya.


Warga setempat belum mengetahui pasti penyebab kecelakaan. Sebab, saat kejadian kondisi di sekitar sudah sepi. Warga menyebut di sekitar lokasi kecelakaan ini memang cukup rawan. Bahkan belum lama sempat terjadi kecelakaan beruntun yang merenggut dua korban jiwa. "Seingat saya pas puasa itu pernah ada kecelakaan juga. Masih dekat sama lokasi sekarang," kata Muhlisin.


Unit Laka Lantas dari Satlantas Polres Kebumen langsung bergegas ke lokasi kecelakaan. Hingga pukul 23.00 polisi terpantau masih di lokasi guna melakukan penyelidikan. Polisi juga sudah menggelar olah tempat kejadian perkara serta melakukan proses identifikasi terhadap para korban. "Ya. Tim otomatis langsung ke TKP. Kebutuhan penyelidikan sudah dilakukan," kata Kasat Lantas Polres Kebumen AKP Koyim Maturrohman.


Kepala Desa Tanggulangin Kasimin tidak berkomentar banyak terkait kecelakaan maut tersebut. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya penanganan kecelakaan kepada pihak kepolisian. "Info laka tanya saja Pak Kasat (Lantas) langsung. Saya hanya memberi informasi," jelas Kasimin. (fid/din)

Editor : Satria Pradika
#l300 #Kecelakaan JLSS