Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

ITTP Uji Coba Alat Pengusir Hama di Desa Meles, Adimulyo

Muhammad Hafied • Rabu, 21 Februari 2024 | 15:00 WIB

 

 

INOVATIF: Uji coba alat pengusir hama hasil inovasi Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP) di Desa Meles, Kecamatan Adimulyo.
INOVATIF: Uji coba alat pengusir hama hasil inovasi Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP) di Desa Meles, Kecamatan Adimulyo.

RADAR PURWOREJO - Desa Meles, Kecamatan Adimulyo dipilih oleh Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP) sebagai lokasi uji coba alat pengusir hama tanaman padi. Kehadiran alat ini cukup melegakan kalangan petani, karena selama ini mereka resah dengan persoalan hama.

Dosen Pembimbing ITTP Rima Dias Ramadhani menyebut, penyerahan alat pengusir hama ini merupakan bentuk penjabaran dari nilai Tri Dharma perguruan tinggi. Yakni, pendidikan, penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat. "Alat yang kami kembangkan ini hasil inovasi program Inovillage 2023," ucapnya kemarin (20/2).

Dia menjelaskan, cara kerja alat pengusir hama terbilang cukup praktis. Karena hanya mengandalkan tenaga surya. Dari tenaga surya itu sebagai sumber tenaga alat yang menghasilkan suara ultrasonik untuk mengusir tikus. Alat tersebut juga dapat mendeteksi keberadaan wereng dari sinar lampu yang dihasilkan. "Hama wereng biasanya tertarik sorot cahaya. Kemudian terperangkap di wadah berisi air," bebernya.

Lebih lanjut, alat pengusir hama ini diciptakan atas hasil kolaboratif antara dosen dan mahasiswa lintasprodi. Meski masih masa pengembangan pihaknya berharap alat tersebut mampu berfungsi optimal. "Radius alat sampai 50 meter. Baru percontohan dan uji coba. Akan kami terus kembangkan," ujarnya.

Kepala Desa Meles Agus Haryanto mengatakan, hama tanaman padi sampai sekarang masih menjadi momok bagi para petani di desanya. Tak jarang sebagian lahan mengalami penurunan produktivitas karena persoalan hama tak kunjung terselesaikan. "Hama tikus sama wereng di sini sangat merugikan. Mestinya dapat lebih, ini karena hama jadi cuma sedikit," katanya.

Agus menyebut, sebagian besar warga Meles menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Adapun luas lahan pertanian di Desa Meles sekitar 90 hektare. Dari total lahan tersebut rata-rata terancam karena hama.

Beragam cara telah dilakukan kelompok tani untuk mengusir hama. Tapi tetap saja berkahir gagal. Agus berharap inovasi alat pengusir hama dari ITTP dapat menjadi solusi atas keresahan petani. "Kasihan petani sudah capek garap lahan, tapi hasilnya tidak optimal," keluhnya. (fid/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Nova
#Institut Teknologi Telkom Purwokerto #hama padi