RADAR PURWOREJO - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kebumen Sukarno meminta agar segenap jajarannya mampu menjadi peredam di tengah situasi panas Pemilu 2024. Ia berharap pegawai di Kantor Kemenag Kebumen bisa menjadi agen kerukunan umat pascapemilu.
Menurutnya, aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai non ASN di lingkungan Kemenag memiliki tanggungjawab untuk ikut memberikan edukasi tentang pentingnya kerukunan dan persatuan antar elemen bangsa. Pemilu, kata Sukarno, bukan akhir dari segalanya. Pemilu hanya sebagai perangkat dalam menentukan sosok pemimpin.
Baca Juga: Padahal Berjalan Lancar, Rapat Pleno di Kebumen Sempat Berhenti karena Perbaikan Sirekap
"Hiruk pikuk Pemilu 2024 sudah selesai. Kita harus bersatu kembali untuk mengabdi dan membangun negeri," jelasnya, saat menghadiri rapat koordinasi madrasah, Selasa (20/2).
Rapat koordinasi ini diikuti seluruh kepala madrasah negeri maupun swasta se Kabupaten Kebumen. Mulai tingkat pendidikan RA, MI, MTs hingga MA. Di hadapan peserta yang hadir, Sukarno menekankan pentingnya menghargai perbedaan pilihan politik. Ia menegaskan, dalam kontestasi pemilu persoalan menang-kalah adalah hal biasa. Ini lah konsekuensi yang didapat setiap peserta pemilu. Mestinya juga, kata dia, sikap ini perlu diterapkan bagi para pemilih.
Baca Juga: Rapat Pleno Rekapitulasi Perhitungan Suara Pemilu di Purworejo Hanya Terkendala Instruksi KPU Pusat
Sukarno menuturkan, hal yang paling membuat lega pada pemilu ini yaitu tidak ada laporan atau aduan menyangkut pelanggaran pemilu oleh ASN di lingkungan Kemenag Kebumen. Hal ini menunjukkan integritas dan netralitas segenap ASN.
"Yang paling penting harus saling menghormati. Bagi yang menang jangan jumawa dan yang kalah juga harus legowo," ujarnya.
Baca Juga: Fara, Bocah Indigo yang Mempunyai Weton Tulang Wangi Viral di TikTok
Kasi Penma Kemenag Kebumen Khamid menambahkan, agar elemen madrasah mampu menjabarkan tujuh program outlook Kementerian Agama di 2024. Tujuh program tersebut di antaranya mengusung layanan pendidikan inovatif dan transformatif serta menjawab kebutuhan era digital.
"Ada tujuh pakem atau pegangan. Itu yang harus dipahami bersama untuk mencapai tujuan," katanya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo