Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Hadapi Harga Beras Mahal, Pemkab Kebumen Gencarkan Pasar Murah

Muhammad Hafied • Jumat, 23 Februari 2024 | 16:15 WIB
ANTRE BERAS : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen menggelar gerakan pasar murah sebagai bentuk intervensi terhadap kenaikan harga beras.
ANTRE BERAS : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen menggelar gerakan pasar murah sebagai bentuk intervensi terhadap kenaikan harga beras.

 

RADAR PURWORJEO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen terus menggencarkan program gebyar pasar murah secara merata di setiap kecamatan. Gerakan ini dilakukan sebagai bentuk intervensi pemerintah daerah dalam menyikapi kenaikan harga beras di pasaran.

 

Kepala Disperindag KUKM Kebumen Udy Cahyono mengatakan, gerakan pasar murah berlangsung di 21 titik dengan alokasi ketersediaan beras sebanyak 42 ton. Adapun patokan harga beras dijual Rp 54 ribu per 5 kilogram. "Masyarakat untuk tidak panik dalam membeli beras. Stok beras juga makin banyak dengan datangnya panen padi," katanya, Kamis (22/2).

Udy menerangkan, kenaikan harga beras di pasaran akibat beberapa faktor. Antara lain para petanu di wilayah sentra pengasil beras mengalami penurunan produksi karena tanaman padi terkena banjir. Selanjutnya, jadwal musim tanam di Kebumen mundur karena dampak dari fenomena perubahan iklim. "Kondisi ini mempengaruhi kenaikan harga beras pada umumnya termasuk di Kabupaten Kebumen," ujarnya.

 

Sementara itu, pedagang beras di Pasar Tumenggungan Suroso, 53, mengaku kenaikan harga beras sudah dirasakan cukup lama. Dia mencatat, kenaikan hingga saat ini sudah terjadi enam kali sejak pertengahan tahapan Pemilu 2024. "Walaupun naik cuma 200 perak. Itu terus-terusan. Sebulan ini aja sudah naik empat kali. Pedagang cuma ikut harga dari pengepul," terangnya.

 Baca Juga: Perdebatan Doa Qunut Subuh: Pandangan Madzhab dan Sikap Makmum

Dia menyebut, harga beras dijual tergantung jenis dan kualitas. Misalnya untuk kualitas medium, kini dipatok harga Rp 13.750 per kg. Harga ini naik Rp 1.000 jika dibanding pekan lalu. Sama halnya dengan kualitas berad premium yang kini harganya mencapai Rp 14.500 per kg. Padahal pekan lalu hanya Rp 13.500 per kg. "Yang naik terus itu beras biasa. Mungkin harga lebih murah. Kebutuhan ke masyarakat jadi banyak, harga ikut mahal," jelasnya. (fid)

Editor : Heru Pratomo
#BERAS #Disperindag #kebumen