Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Tembok Pedia Kebumen, Kumpulan Relawan yang Peduli Pendidikan Karakter

Muhammad Hafied • Minggu, 3 Maret 2024 | 16:10 WIB

 

KOMPAK: Relawan Tembok Pedia Kebumen menyalurkan ekspresi melalui gambar pada media tembok.
KOMPAK: Relawan Tembok Pedia Kebumen menyalurkan ekspresi melalui gambar pada media tembok.

RADAR PURWOREJO - Bagi relawan Tembok Pedia Kebumen, aspek pembentukan karakter jauh lebih penting ketimbang sekadar berkarya. Mereka berkumpul tidak hanya bicara goresan tinta atau cat warna semata. Tapi juga merambah pada perihal substantif. Yakni tentang keluwesan, jati diri, perjuangan, soliditas, hingga nilai toleransi.

Tembok Pedia Kebumen dibentuk sebagai ruang berekspresi bagi generasi muda. Tentu juga tak melupakan sebagai wadah pengembangan potensi sesuai minat dan bakat. "Mayoritas yang tergabung itu pelajar sama mahasiswa. Mungkin ini cara kami berinteraksi dan bersosial," kata pengurus Tembok Pedia Kebumen Vita Dwi Kartika Jumat (1/3).

Komunitas ini resmi terbentuk pada pertengahan 2022. Tepatnya ketika badai pandemi Covid-19 mulai mereda. Kala itu sekelompok pemuda dari berbagai penjuru Kebumen berbaur. Mereka menyamakan persepsi untuk membuat perkumpulan bernama Tembok Pedia Kebumen.

Semangat pembentukan komunitas ini juga berangkat dari keresahan. Khusunya pada kondisi generasi Z atau Gen Z yang kini marak terbuai dengan pengaruh gadget. Tak jarang, dari gadget juga memberikan pengaruh buruk terhadap kondisi psikologi generasi Z. "Mental health ini jadi persoalan sekarang. Dari gambar anak-anak bisa meluapkan seni berekspresi. Pesan dalam gambar anak itu pasti baik," jelasnya.

Makna Tembok Pedia sendiri diambil dari penggunaan tembok sebagai media para relawan berkarya. Mereka berkoitmen untuk selalu memuat pesan dalam setiap karya. Dengan harapan menjadi pengingat ketika orang melihat karya tersebut. "Orang itu bisa menangkap pesan melalui gambar. Dan, ini tujuan kami. Bukan cuma corat-coret tidak jelas arah," bebernya.

Setiap anggota kini juga telah bersepakat untuk berkarya yang memberi makna. Bukan menjurus pada aksi vandalisme. Sejauh ini, dari karya cenderung lebih menitikberatkan nilai dari pada sensasi. Misalnya karya seni lukis dengan mengusung tema pendidikan, kesehatan hingga kerukuanan antar anak bangsa.

Komunitas ini dibangun atas nilai kesadaran dan kemandirian. Seluruh program terlaksana dari bagi hasil berjualan marchendise. Seperti kaos, topi, kalender maupun barang lain. "Kalau dana sudah terkumpul tentukan project. Kami izin pemilik tembok. Tiga hari biasanya selesai untuk satu proyek," pungkasnya. (fid/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Nova
#Tembok Pedia Kebumen #karakter #pendidikan