Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Intensifkan Kajian Kitab Kuning, Santri Bisa Belajar Ilmu Tasawuf, Fikih, hingga Hadis

Muhammad Hafied • Selasa, 12 Maret 2024 | 14:35 WIB

 

SAMBUT RAMADAN: Para santri di Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu, Kebumen beraktivitas menjelang bulan suci Ramadan 1445 Hijirah.
SAMBUT RAMADAN: Para santri di Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu, Kebumen beraktivitas menjelang bulan suci Ramadan 1445 Hijirah.

RADAR PURWOREJO - Pesantren Al Kahfi Somalangu, Kebumen telah bersiap diri menyambut Ramadan 1445 Hijriah. Berbagai agenda selama Ramadan telah tersusun. Salah satunya mengkaji kitab kuning, atau dalam istilah pesantren disebut bandungan.

Pengasuh Pesantren Al Kahfi Muhammad Fauhan Alhasani menyampaikan, ngaji bandungan merupakan tradisi sekaligus ciri khas pesantren setiap Ramadan. Aktivitas ini berlangsung rutin setelah salat lima waktu. Dimulai dari awal Ramadan hingga jelang Idul Fitri. "Habis Subuh mulai. Habis salat Duhur lanjut lagi. Yang kosong itu pas buka. Intinya kalau puasa, ngaji lebih intens," ungkapnya kemarin (11/3).

Fauhan menyebut, ada sekitar 2.000 santri yang akan ikut kajian kitab kuning. Mereka para santri berasal dari berbagai daerah. Termasuk luar Jawa seperti Riau, Kalimantan, Papua, Bali, hingga Lampung. "Selesai puasa biasanya santri balik kampung masing-masing. Kembali ke pondok lagi Syawal," ucapnya.

Lebih lanjut, ada beberapa kitab kuning yang akan dikaji selama Ramadan. Kitab tersebut merupakan karangan ulama salaf dari berbagai khasanah keilmuan. Meliputi ilmu tasawuf, fikih, akidah, hingga ilmu hadis. "Kitab yang dipakai karya ulama terdahulu. Dalam sehari ngaji gantian. Misal pagi bahas soal fikih, nanti malamnya apa begitu seterusnya," bebernya.

Hal senada disampaikan pengurus Pesantren Al Hidayah Wonoyoso, Kebumen Farid Maruf. Selama Ramadan ini, akan lebih banyak kegiatan di pesantren. Termasuk kajian kitab kuning, tarawih berjemaah, dan tadarus. "Kitab kuning sudah terbagi ke semua santri. Tinggal pelaksanaan selama puasa," ucapnya.

Farid mengatakan, Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperdalam ilmu yang tertuang dalam kitab kuning. Sebab selama Ramadan, kajian kitab kuning akan lebih intens, jika dibanding hari biasa. Adapun metode kajian yang digunakan ialah santri memaknai sendiri setiap harfiah dalam kitab kuning. "Setiap ustaz ngajar kitab beda. Santri tinggal mendengarkan dan menulis makna per huruf atau kalimat," jelas Farid. (fid/eno)

 

Editor : Satria Pradika
#pesantren Al Kahfi Somalangu #kebumen #kitab kuning