Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Musim Tanam Mundur karena Dampak El Nino, Antisipasi Krisis Pangan, Penambahan Areal Tanam Terus Diupayakan

Muhammad Hafied • Sabtu, 20 April 2024 | 20:15 WIB
RAKOR : Distapang Kebumen menggelar rapat koordinasi akselerasi program pertambahan areal tanam. Pertemuan ini membahas ancaman dan upaya menghadapi krisis pangan. (M Hafied/Radar Jogja)
RAKOR : Distapang Kebumen menggelar rapat koordinasi akselerasi program pertambahan areal tanam. Pertemuan ini membahas ancaman dan upaya menghadapi krisis pangan. (M Hafied/Radar Jogja)

 



RADAR PURWOREJO - Pemkab Kebumen melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan fokus melakukan penambahan areal tanam komoditas pangan utama. Upaya ini dilakukan agar produktivitas pertanian terus meningkat seiring ancaman krisis pangan.


Hal itu terungkap saat rapat koordinasi akselerasi program pertambahan areal tanam di Gedung Distapang Kebumen, Jumat (19/4). Rakor ini dihadiri berbagai elemen di sektor pertanian, termasuk pejabat Kementerian Pertanian (Kementan) RI yang ikut memberikan pengarahan.


Kepala Distapang Kebumen Teguh Yuliono menyampaikan, penambahan areal tanam utamanya padi merupakan suatu kebutuhan. Sebab, jika berkaca dari pengalaman belakangan ini sektor pertanian global terganggu akibat dampak El Nino.

Kondisi ini membuat pola musim tanam mengalami kemunduran. "Luas tanam dari Oktober sampai Februari 2023 turun sekitar 18 persen. Ini yang menjadi perhatian," ungkap Teguh.


Belum lagi, kata Teguh, sektor pertanian kini dihadapkan pada persoalan ketersediaan air belum sepenuhnya mencukupi. Hal ini tentu cukup menghambat produksi pertanian. "Kalau ketersediaan beras turun dikhawatirkan terjadu kekurangan pasokan," sambungnya.


Teguh mengatakan, kurang optimalnya hasil pertanian dipicu faktor minimnya penambahan areal pertanian. Kemudian dibarengi dengan kurangnya ketercukupan air sebagai pendukung. Lantas, sebagai solusi mengatasi persoalan tersebut dari dinas melalui penyuluh pertanian akan melakukan beragam upaya.


Di antaranya memastikan ketersediaan air lewat program pompanisasi dan irigasi. "Lokasi untuk PAT (penambahan areal tanam) ini di lahan tadah hujan dan kekurangan air. Tentunya lokasi PAT diluar lokasi yang selama ini IP (indeks pertamaman) 100," jelasnya.


Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perijinan Pertanian Kementan Leli Nuryati menyampaikan, terdapat sejumlah permasalahan pangan yang saat ini perlu dicari jalan keluar. Termasuk kondisi di mana 7-16 persen penduduk Indonesia masih cukup rentam kelaparan.


Atas hal ini Kementan memberikan perhatian lebih melalui program pertambahan areal tanam serta pompanisasi. Dia juga mengajak berbagai pihak menyamakan persepsi untuk bersana menghadapi tantangan di sektor pertanian.

Leli pun bersyukur TNI juga ikut mendukung program ini berdasar nota kesepakatan antara Kementan dengan Staf Angkatan Darat. "Kesempatan ini perlu ada informasi apakah target sesuai. Lalu identifikasi potensi lahan sawah yang ada mampu ditanami dengan bantuan pompanisasi," ucapnya. (fid/pra) 

Editor : Satria Pradika
#ancaman krisis pangan #dinas pertanian #Dampak El Nino #Pemkab Kebumen #ketahanan pangan