RADAR PURWOREJO - Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyebut angka pengangguran di Kebumen berangsur turun. Dari sebelumnya 5,92 persen, kini menjadi 5,11 persen. Hal ini ditegaskan bersamaan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, kemarin (1/5).
Menurutnya, penyerapan tenaga kerja meningkat cukup signifikan. Tercatat, pada 2023 jumlah pencari kerja terdaftar di Kebumen 12.367 orang. Sedangkan jumlah penempatan tenaga kerja 4.355 orang. Ini menandakan pertumbuhan ekonomi di Kebumen berjalan semakin baik. “Ditandai semakin banyaknya pembukaan lowongan kerja," ucapnya.
Terkait patokan upah minimum kabupaten (UMK) di Kebumen menurutnya sudah diatur melalui mekanisme regulasi. Dia pun bersyukur tahun ini UMK Kebumen mengalami kenaikan 4,23 persen atau naik menjadi Rp 86.057. Dari tahun sebelumnya Rp 2.035.890 menjadi Rp 2.121.947.
Arif menyadari, setiap tahun selalu ada tuntutan kenaikan upah oleh kalangan buruh. Hal ini menurutnya wajar dan terjadi di berbagai daerah. Kendati begitu, penentuan UMK tersebut telah melalui rekomendasi dan kesepakatan para pihak dengan merujuk aturan berlaku. "Kami harap setiap tahun bisa mengalami kenaikan," ujarnya.
Dalam peringatan Hari Buruh, Pemkab Kebumen tahun ini menggelar sarasehan bersama perwakilan kalangan buruh dan pengusaha. Arif mengajak peringatan hari buruh tetap dirayakan dengan ruang gembira.
Tanpa harus melakukan aksi turun jalan bahkan berujung anarkis. Sebab, segala persoalan terutama menyangkut buruh dapat terselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi. "Seperti halnya kegiatan sarasehan, kami undang pihak-pihak untuk membicarakan kesejahteraan para buruh," jelasnya.
Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kebumen Akif Fatwal Amin menyampaikan, masih banyak persoalan kesejahteraan buruh yang mesti menjadi perhatian. Antara lain, yang terjadi belum lama ini terkait pemberian hak tunjangan hari raya bagi kaum buruh.
Kemudian, yang paling fundamental menurutnya adalah pemberian gaji buruh sesuai UMK. Oleh karena itu, dia meminta agar pemkab terus melakukan pengawasan intensif terhadap perusahaan agar kesejahteraan buruh lebih terjamin. "Pemkab yang punya peluit. Tolong ditindak kalau ada perusahaan abai," ucapnya.
Pada peringatan hari buruh tahun ini di Kebumen tidak ada seruan aksi. Pihaknya memilih menggelar diskusi bersama mahasiswa untuk membahas persoalan yang dihadapi kalangan buruh. "Tidak ada demo. Kami cuma buka dialog bareng teman-teman PMII. Bicara soal buruh sejahtera atau sengsara," kata Akif. (fid/din)