RADAR PURWOREJO - Dua proyek pembangunan jembatan di Kebumen bakal diambil alih Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kedua jembatan itu adalah Jembatan Cacaban di Kecamatan Karangsambung dan Jembatan Weton Kulon di Kecamatan Puring.
Kepala Dinas PUPR Kebumen Joni Hernawan mengungkapkan, jembatan tersebut akan ditangani BNPB karena rusak akibat bencana alam. Selain itu, alasan mendasar lain adalah anggaran pemerintah daerah tak mampu mengakomodasi pembangunan dua jembatan tersebut. Sehinga perlu penanganan khusus dari pemerintah pusat melalui anggaran APBN.
Sebab, jika dihitung membutuhkan anggaran puluhan miliar. Karena nanti jembatan akan memakai bentang baja nonpilar. “Risiko biaya mahal," ucapnya, kemarin (8/5).
Kedua jembatan itu kondisinya memang sudah cukup memperihatinkan. Bahkan sebagian konstruksi bangunan jembatan nyaris hilang akibat diterjang banjir. Oleh karena itu, anggaran yang dibutuhkan sama seperti kondisi pembangunan jembatan baru. "Oleh BPBD diusulkan, kami jadi tim teknisnya,” terangnya.
Pemkab Kebumen telah berkirim surat permohonan ke pemerintah pusat terkait usulan pembangunan dua jembatan tersebut. Dia berharap dalam waktu dekat ada tindak lanjut dari pemerintah pusat melalui BNPB. "Diusulkan ke pusat. Informasinya yang hampir dapat jembatan di Weton Kulon. Semoga saja terealisasi," ujarnya.
Warga Desa Wonotorto, Kecamatan Karanggayam Toto Bergowo, 53, berharap pembangunan jembatan penghubung antara Kecamatan Karanggayam dengan Karangsambung segera terealisasi. Sebab, jika terus dibiarkan akan menggangu aktivitas warga.
Dia juga tak ingin jembatan tersebut merugikan warga karena kondisinya sudah cukup membahayakan. "Dari tahun 2021 sudah ambles. Sampai sekarang belum tahu mau bagaimana," jelas Toto.
Jembatan ambles ini terletak di Dusun Gagak Baning, Desa Wonotirto, Karanggayam. Peristiwa ini terjadi pada November 2021. Konstruksi jembatan cukup mengkhawatirkan karena terus tergerus arus sungai. Terlebih ketika sudah memasuki musim penghujan.
Atas kondisi ini kendaraan roda empat dilarang melintas agar kerusakan jembatan tidak semakin parah. "Jadi sumbu penyangga itu turun. Otomatis jembatan bagian tengah ambles. Hanya motor yang boleh lewat,"jelasnya. (fid/din)
Editor : Satria Pradika