RADAR PURWOREJO - Persatuan Sepakbola (PS) Ebod Jaya bersiap diri menghadapi Piala Soeratin 2024. Kesebelasan ini rencananya bakal ditopang penuh oleh kekuatan para pemain lokal. Tim manajemen telah sepakat memberikan skala prioritas bagi pemain asal Kebumen.
Direktur Teknik PS Ebod Jaya Ganjar Kurniawan mengatakan, dalam kompetisi Piala Soertin, PS Ebod Jaya 100 persen bakal mengandalkan pemain lokal. Menurutnya, para pemain muda Kebumen patut dipertimbangkan untuk menggempur kekuatan lawan. "Kami beri ruang bagi pemain lokal sebagai motivasi dunia sepak bola Kebumen," jelasnya, saat seleksi pemain di Lapangan Stana Dawa, Kecamatan Buluspesantren, Kamis (9/5).
Ganjar percaya pemain lokal dapat bermain total. Pun dia tak begitu khawatir meski harus berhadapan dengan tim yang ditopang pemain dari luar daerah asal. Dia cukup yakin PS Ebod Jaya bakal tampil gemilang. Terlebih para pemain akan melewati gemblengan dari pelatih profesional. "Kami yakin ya. Para coach sudah punya game play. Dan, masing-masing berlisensi," ungkapnya.
Menghadapi Piala Soeratin 2024, PS Ebod Jaya akan mengirim tiga tim untuk kelompok usia (KU) 17, KU 15 dan KU 13. Adapun tahap awal persiapan diawali proses seleksi pemain. Seleksi ini dibuka khusus untuk pemain asal Kebumen. "Informasi Oktober kick off. Tapi kami sudah harus persiapan biar optimal," ucapnya.
PS Ebod Jaya sudah tak asing untuk merumput di Piala Soeratin maupun Liga 3 Jateng. Catatan pada musim lalu, kesebelasan ini berhasil lolos fase grup dan mampu melenggang di delapan besar Piala Soeratin. Selain PS Ebod Jaya, tim lain asal Kebumen yang akan ikut berkompetisi adalah Persak Kebumen.
Pembina PS Ebod Jaya Tejo Suwono penuh percaya diri dengan kekuatan pemain lokal. Selama ini pihaknya memang selalu memberikan karpet merah bagi pemain Kebumen. Semua tak lain sebagai bentuk apresiasi. "Kami konsisten. Kalau dilihat pembinaan sepak bola di Kebumen sudah cukup baik. Tinggal memberi mereka ruang saja," jelas Tejo.
Sejak awal PS Ebod Jaya memang tak melirik pemain luar. Skuad pelatih Supriyanto ini hanya membidik pemain dari hasil pembinaan atlet di berbagai jenjang usia. "Pakai pemain lokal itu bukan hal baru. Toh di kami ada akademi sepak bola. Tinggal diolah saja," kata dia. (fid/pra)
Editor : Satria Pradika