Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Butuh Spekulasi Matang untuk Raup Untung Rp 20 Juta, Kisah Juniadi Prasetyo, Peternak Bebek Sukses dari Kebumen

Muhammad Hafied • Minggu, 12 Mei 2024 | 01:10 WIB

PANEN : Juniadi Prasetyo menunjukkan telur bebek hasil ternak. Warga Kelurahan Bumirejo, Kecamatan Kebumen itu sukses beeternak bebek petelur dengan omzet puluhan juta.
PANEN : Juniadi Prasetyo menunjukkan telur bebek hasil ternak. Warga Kelurahan Bumirejo, Kecamatan Kebumen itu sukses beeternak bebek petelur dengan omzet puluhan juta.
 

RADAR PURWOREJO - Memang dasar berjiwa enterpreneur, Juniadi Prasetyo, 43, tak patah arang ketika menghadapi pasang surut usaha. Antara modal dan laba tak sebanding sudah menjadi makanan harian baginya. Justru, hal ini dianggap menjadi pelecut pembelajaran agar kondisi keuangan tetap stabil.


Jatuh bangun merintis usaha telah dijalani Juniadi Prasetyo, warga Kelurahan Bumirejo, Kecamatan Kebumen. Berbagai jenis usaha telah dia coba demi mengasapi dapur rumah. Mulai dari beternak ayam hingga berjualan air galon isi ulang.


Sampai akhirnya dia kini telah menemukan jalan usaha cukup menjanjikan, yakni berternak bebek petelur. Tak tanggung-tanggung, omzet dihasilkan dari berternak bebek ini telah mampu mencapai puluhan juta. Dari usaha ini secara tidak langsung dia juga berhasil membuka lapangan pekerja bagi warga setempat. "Alon-alon asal kelakon. Jualan telur memang harus telaten. Kebetulan saya dibantu tiga orang yang ikut urus kandang," ucapnya, Jumat(10/5).


Awalnya dia berfikir berternak bebek selama ini hanya dipandang sebelah mata. Belum lagi ketika dihadapkan persoalan produktivitas serta kebutuhan telur bebek yang tak menentu. Pertimbangan ini selalu menghalangi fikiran sebelum dia memutuskan berternak bebek petelur.


Seiring waktu Juniadi dipertemukan dengan seorang rekan yang memang sudah lama berkecimpung di bisnis telur bebek. Dari pertemuan itu dia menyerap banyak pelajaran. Dia juga menambah literatur bacaan terkait guna mempertebal keyakinan sebelum merintis usaha ternak bebek petelur. "Modal spekulasi. Hitung-hitungan sama insting bisnis harus benar-benar matang," ungkapnya.
Saat ini Juniadi memiliki kandang bebek dengan kapasitas 1.000 ekor.

Dari jumlah itu tingkat produktivitas bebek 70 persen. Atau jika dikalkulasi pendapatan bersih rata-rata setiap bulan mencapai Rp 20 juta. Nominal tersebut sudah dikurangi untuk kebutuhan pakan dan gaji pekerja. "Pakan aja bisa habis Rp 30 juta. Belum kebutuhan lain-lain. Kalau tidak spekulasi repot nanti," ujar Juniadi.


Dia mengaku selama berternak bebek tidak mengalami kendala berarti. Hanya saja, ketika memasuki awal musim penghujan produksi telur sedikit menurun. Namun, semua itu tertangani dengan tambahan vitamin dan nutrisi bebek.


Dia bersyukur belakangan ini harga telur bebek terbilang stabil. Selain itu permintaan pasar juga cukup tinggi seiring berbagai perayaan hari besar nasional, termasuk dalam waktu dekat menghadapi musim haji. "Kalau sudah tahu kunci semua mudah. Dari skala kecil ke besar, tinggal cermat aja perhitungannya," kata Juni. (fid/pra)

Editor : Satria Pradika
#Telur Bebek #bebek petelur #kebumen