RADAR PURWOREJO - Masyarakat Kebumen kelimpungan menghadapi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram. Kelangkaan gas melon ini setidaknya sudah dirasakan sejak sepekan terakhir.
Anna Seftiayunisa, 27, warga Kecamatan Sadang mengungkapkan, kelangkaan gas elpiji sampai sekarang belum teratasi. Bahkan ia harus rela mencari ke sejumlah warung demi mendapatkan gas bersubsidi tersebut.
"Warung yang biasa saya sering habis. Harus muter-muter dulu, cari yang stok. Itu juga harus pesan dulu," ungkapnya, Selasa (14/5).
Menurut Anna, kelangkaan gas di tingkat pengecer cukup mengganggu aktivitas rumah tangga. Ia mengungkapkan, jika pun stok tersedia, harga elpiji tabung 3 kilogram sudah mencapai Rp 23 ribu. Anna berharap agar persoalan ini segera tertangani. "Sudah langka, ini harga mahal banget. Harga wajar paling mahal Rp 20 ribu," sambungnya.
Pemilik pangkalan gas elpiji di Kecamatan Sadang Nur Agus Khikmawan menyampaikan, dirinya tak tahu pasti terkait persoalan kelangkaan gas melon. Sejauh ini dia hanya menjual sesuai alokasi jatah dari pemerintah.
"Memang sekarang stok cepat habis. Punya saya jatah 260 tabung langsung habis sehari. Padahal pengiriman seminggu sekali," terangnya.
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Disperindag KUKM Kebumen Basori memastikan pasokan gas elpiji secara keseluruhan di Kebumen aman. Pihaknya juga sejauh ini belum mendapat laporan terkait kelangkaan gas bersubsidi. "Laporan masuk belum ada. Lewat medsos dan kanal lain itu belum ada. Dan, kami pastikan ketersediaan aman," ucap Basori.
Di tahun 2024, Kabupaten Kebumen mendapat jatah kuota elpiji bersubsidi 37.671 metrik ton. Atau setara 12,5 juta tabung dalam setahun. Adapun per 11 Mei 2024 sudah terdistribusi 4,5 juta tabung gas melon. "Pada saat keadaan tertentu, misal hari besar bisa minta tambahan distribusi. Nanti ada droping, bisa sebelum dan sesudah tanggal merah," ucapnya.
Perihal kelangkaan gas, Disperindag KUKM Kebumen bakal segera melakukan monitoring dan evaluasi lapangan. Dia memprediksi kelangkaan gas elpiji dampak dari libur nasional dan libur panjang pada momentum lebaran.
Seiring kondisi itu belakangan ini juga terjadi peningkatan penggunaan gas elpiji di tingkat masyarakat. "Kelangkaan ini di tingkat pengecer. Kami koordinasi ke agen itu tidak terjadi. Tapi memang ada peningkatan permintaan," tuturnya. (fid/pra)
Editor : Satria Pradika