RADAR PURWOREJO - Kodim 0709/Kebumen menginisiasi budidaya pisang Cavendish di atas lahan seluas 3 hektare. Program ini dicanangkan sebagai bentuk pengabdian TNI AD di bidang ketahanan pangan. Lokasi kebun pisang tersebut berada di Desa Tunjungseto, Kecamatan Sempor.
Program ini dicanangkan Kodim 0709/Kebumen dengan memanfaatkan lahan tidur milik BBWS. Dari lahan ini semoga memberikan inspirasi bagi para Babinsa maupun kelompok tani.”Khususnya dalam hal ketahanan pangan," jelas Dandim 0709/Kebumen Ardianta Purwadhana saat Peninjauan Lahan bersama Pangdam IV Diponego dan Danrem 072/Pmk, kemarin (15/5).
Dandim Ardianta menegaskan, program ini berorientasi terhadap ekonomi kerakyatan. Sebab, dalam pengembangan budidaya pisang Cavendis ini lebih mengedepankan partisipasi masyarakat. Nantinya, kata dia, masyarakat tetap terlibat pada pengembangan budidaya pisang. "Sebagian besar masyarakat sini petani. Tapi masih kendala regenerasi dan kepastian harga," ucapnya.
Menurut Ardianta, dipilihnya pisang Cavendish karena manajemen budidaya dari hulu ke hilir cukup mudah. Selain itu, pisang kualitas super ini sangat diminati pasar regional maupun internasional.
Pihaknya juga tak khawatir karena sudah ada pihak yang siap menampung hasil panen budidaya pisang Cavendish. Pihaknya menanam apa yang dibutuhkan pasar. Setelah panen akan diekspor ke Arab Saudi. “Jemaah haji dan umroh itu butuh," jelasnya.
Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi mangapresiasi Kodim 0709/Kebumen dalam memanfaatkan lahan kurang produktif. Budidaya pisang Cavendish ini juga menjadi bagian memperkuat kemanunggalan TNI bersama rakyat. Ternyata bisa tumbuh subur.”Semoga 3-4 bulan bisa panen dan dirasakan masyarakat," terangnya.
Pangdam menyebut, selain di Kebumen program ketahanan pangan ini juga dicanangkan di lingkungan kodim lain. Dia meminta agar jajaran Kodim 0709/Kebumen terus fokus memberdayakan masyarakat melalui budidaya pisang Cavendish. Di 35 kabupaten sudah kami tekankan. Tapi tanam bervariasi tergantung wilayah. “Memang kami sedang mencoba supaya masyarakat suka bertani," harapnya. (fid/din)