Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Starling Menjamur di Pinggir Jalan Soekarno-Hatta Kebumen, dalam Semalam Bisa Dapat Rp 150 Ribu

Muhammad Hafied • Sabtu, 25 Mei 2024 | 17:00 WIB

POTENSI CUAN : Penjual starbuks keliling alias starling memanfaatkan keramaian Kota Kebumen untuk berjualan kopi seduh.
POTENSI CUAN : Penjual starbuks keliling alias starling memanfaatkan keramaian Kota Kebumen untuk berjualan kopi seduh.


RADAR PURWOREJO - Nanang Dwi Apriono, 36, adalah satu di antara pedagang kaki lima yang mampu melihat peluang usaha ditengah keramaian pusat Kota Kebumen. Dia memberanikan diri untuk berjualan kopi keliling atau Starbucks Keliling (Starling) di Jalan Soekarno-Hatta atau kawasan Soeta Kebumen.


Bapak anak satu ini nekat berjualan kopi keliling hanya bermodalkan vespa butut. Vespa tersebut dimodifikasi sedemikian rupa agar cukup untuk manaruh perkakas memasak dan tempat berjualan. Meski hasil tak menentu, dia mengaku lebih memilih mandiri berjualan kopi ketimbang mengadu nasib di tanah rantau.


Dia mulai merintis usaha ini dengan modal awal Rp 1,5 juta. Modal tersebut digunakan untuk biaya modifikasi vespa PX pabrikan 1986. Sisanya digunakan belanja untuk mengisi barang dagangan. "Saya cuma punya vespa, ini dimodif space agak lebar buat jualan," kata Nanang, Jumat (24/5).


Setiap hari, Nanang mangkal menjajakan beragam jenis kopi di pinggir Jalan Soeta atau persis di depan SMP Negeri 5 Kebumen. Warga Desa Karangpoh, Kecamatan Pejagoan ini mencoba peruntungan berjualan kopi mulai awal tahun lalu. "Namanya jualan kadang ramai, kadang sepi. Pendapatan bersih bisa Rp 100 ribu – Rp 150 ribu," ungkapnya.


Dia bercerita, banyak suka duka selama berjualan starling. Sukanya, ketika kawasan kota ramai hilir mudik masyarakat. Otomatis dia juga kecipratan untung dari keramaian tersebut. Dukanya, saat datang musim hujan omzet berjualan seketika langsung turun derastis. "Dibilang capek, ya capek. Saya buka habis Maghrib sampai hampir subuh. Tapi bersyukur sekarang sudah banyak langganan," jelasnya.


Hal senada diungkapkan, Mursalin, 42, yang juga menjajakan starling. Dia berjualan kopi dengan gerobak sederhana. Namun begitu, konsep inovasi berjualan ini justru mendapat respon positif dari masyarakat.


Meski berjualan starling terkadang dipandang sebelah mata, namun dia mengaku tetap bangga karena sedang berjuang membangun kemandirian ekonomi. "Semenjak Jalan Soeta selesai dibangun, saya langsung jualan," ujarnya.


Memang dasar penikmat kopi, di gerobak starling itu dia tak hanya menjajakan kopi kemasan. Tapi juga kopi asli seperti di kafe kekinian. Dia menganggap, membuka usaha starling juga menjadi ruang untuk menyalurkan bakat di bidang penyajian kopi. "Robusta dan arabika ada. Komplet. Penyajian juga pakai manual brewing. Biar beda dengan yang lain," ujarnya. (fid/pra)

Editor : Satria Pradika
#pedagang kaki lima #Penjual starbuks #Starling #Kota Kebumen