RADAR PURWOREJO - Kabar duka datang dari tanah suci, Makkah. Dua jemaah calon haji (JCH) asal Kebumen dilaporkan meninggal dunia saat menjalani serangkaian ibadah haji. Kedua jemaah haji tersebut meninggal karena sakit yang diderita akibat faktor usia lanjut.
Kedua JCH itu adalah San Muntani Mad Mirsad, 84, asal Desa Nampudadi, Kecamatan Petanahan. Jemaah haji kloter 8 Embarkasi Solo ini menghembuskan nafas terakhir pada Selasa (21/5) di rumah sakit Al Haram Madinah. Kemudian, Achmad Dulah Mukti Sanmirja, 77, dilaporkan meninggal pada Senin (27/5). JCH kloter 9 Embarkasi Solo ini merupakan warga Desa Muktisari, Kecamatan Kebumen.
Kepala Kantor Kemenag Kebumen Sukarno mengatakan, total sudah ada dua JCH asal Kebumen yang meninggal di hari ke 14 pelaksanaan haji. Pihaknya juga sudah berkunjung ke rumah bersangkutan untuk menyampaikan duka cita. "Kami sudah ke rumah duka untuk menjelaskan apa saja yang menjadi kewajiban pemerintah," kata Sukarno, Selasa (28/5).
Sukarno menjelaskan, kedua JCH ini meninggal dunia akibat sakit. Masing-masing sempat dirujuk ke rumah sakit setempat, namun kondisi kesehatan keduanya terus menurun hingga nyawanya tak tertolong. Dia menyebut, selain JCH meninggal saat ini juga terdapat empat JCH lain asal Kebumen dalam kondisi sakit. "Semua sedang dirawat di Arab Saudi sana. Ada yang sesak nafas, tapi rata-rata kelelahan. Faktor umur ya," jelasnya.
Sukarno berharap, dari 1.372 JCH asal Kebumen nantinya tak ada lagi jemaah yang meninggal maupun dalam kondisi sakit. Adapun para JCH tersebut dijadwalkan akan tiba di tanah air pada 24-26 Juni 2024. "Jadwal debarkasi menyesuaikan. Terkadang berubah. Segera ada pemberitahuan ke pihak keluarga," ucapnya.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Kebumen Suwaibatul Aslamiyah menambahkan, secara ketentuan seluruh jemaah haji yang meninggal setelah masuk embarkasi akan menerima asuransi. Pihaknya memastikan seluruh hak jemaah haji akan diberikan utuh kepada keluarga melalui ahli waris. "Asuransi sebesar biaya pemberangkatan. Setelah administrasi selesai langsung di transfer ke rekening," ungkapnya.
Ia menegaskan, bagi JCH yang meninggal di tanah suci, maka seluruh proses ibadah haji akan tetap berlanjut dengan badal atau diwakilkan. Yakni melalui petugas yang ditunjuk langsung oleh pemerintah.
Sehingga dia meminta agar pihak keluarga di Kebumen tak perlu khawatir. "Kewajiban pemerintah memastikan seluruh hak terpenuhi. Jadi nanti akan ada badal haji," bebernya. (fid/pra)
Editor : Satria Pradika