RADAR PURWOREJO - Perajin atau pande besi di Purwodeso, Sruweng mulai menerima banyak pesanan peralatan jagal menjelang Hari Raya Idul Adha. Mayoritas pesanan berupa golok piranti sembelih dan pisau iris hewan kurban.
Salah satu pande besi Suryadi, 41, menyebut pesanan golok dan pisau sebagai peralatan sembelih hewan meningkat derastis ketimbang hari biasa. Dalam sehari dia mampu memproduksi sedikitnya 10 bilah golok dan 20 pisau iris. "Hari normal paling cuma dapat pesanan satu dua, sekarang bisa berkali lipat," ucapnya, Rabu (29/5).
Pesanan ini tidak hanya dari Kebumen, tetapi juga dari Banyumas Raya, Jakarta, Jogja, hingga Bali. Dia mematok harga bervariatif untuk satu bilah golok atau pisau. Tergantung ukuran dan kualitas bahan baku pembuatan. "Macam-macam harga, mulai dari Rp 50ribu sampai Rp 450 per biji. Harga dilihat apakah pakai baja atau per truk," katanya.
Dia mengungkapkan, mendekati perayaan Idul Adha tidak ada kendala terkait pemasaran barang, termasuk kendala kelangkaan bahan baku. Menurutnya, hari raya kurban adalah momentum tahunan untuk meraup omzet lebih. "Di sini produksi saja. Sudah ada pengepul. Kalau ada pesanan langsung garap. Sekarang lagi ada pesanan 300 biji," terang dia.
Pande besi lain Basiran, 68 menyampaikan, tempat tinggalnya merupakan sentra penghasil kerajinan peralatan sembelih hewan. Tak ayal, mendekati perayaan Idul Adha seperti sekarang selalu ramai pesanan. "Sebulan sebelum lebaran kurban sudah mulai banyak pesanan," sebut Basiran.
Menurut Basiran, kualitas golok buatan pande besi Desa Purwodeso tak kalah dengan produksi pabrikan. Hal ini karena proses produksinya masih mempertahankan cara manual sehingga digarap lebih teliti. "Ketajaman berani diadu. Kebanyakan orang bilang awet karena tidak gampang terkikis," ujarnya. (fid/din)