RADAR PURWOREJO - Seorang narapidana Arju Azizi, 24, ditemukan meninggal dunia di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Kebumen, pada Minggu (17/6). Narapidana asal Kelurahan Bumirejo, Kecamatan Kebumen itu sempat dibawa ke rumah sakit daerah sebelum akhirnya dinyatakan meninggal.
Kepala Rutan Kelas II B Kebumen Tri Mulyono mengatakan, Arju meninggal karena sakit yang diderita. Bukan akibat perbuatan yang mengarah pada tindak pidana. Pihaknya juga telah berupaya memberikan perawatan medis, namun tetap saja nyawa Arju tak tertolong. "Kami juga telpon dokter, karena itu harus mendapat perawatan segera, kemudian dibawa ke rumah sakit," katanya, Senin (17/6).
Tri menyebut, Arju ditahan di Rutan Kelas II B Kebumen atas kasus penyalahgunaan narkotika. Menurutnya, meninggalnya Arju memang terkesan mendadak. Sebab, pagi hingga jelang siang hari Arju masih mengikuti aktivitas rutin di dalam rutan. Arju dinyatakan meninggal oleh dokter sekitar pukul 16.20. "Pagi hari, yang bersangkutan ini masih terlihat ikut apel. Posisi dia tidur itu tidak pakai baju," ungkapnya.
Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) itu diketahui sempat mengeluh sakit sebelum meninggal. Arju, kata Tri, juga dalam keseharian di rutan memiliki kebiasaan tidur larut malam alias bergadang. "Ada satu teman ketika mau bangunin tidak respon. Akhirnya teman ini lapor petugas. Langsung dibawa ke rumah sakit," jelas Tri.
Tri menambahkan, saat ini Arju telah diserahkan pihak keluarga dan langsung dilakulan proses pemakaman. Pihaknya juga telah membeberkan kronologi kepada keluarga perihal meninggalnya Arju di balik jeruji besi. "Sudah serah terima di rumah sakit. Kami komunikasi dengan ayah dan ibunya. Malamnya juga kami langsung tahlil," ucapnya.
Sementara itu, Hasanudin, 57, mengaku kehilangan ketika mendapat kabar rekan satu kamar di rutan meninggal. Dia mengenang sosok Arju adalah pemuda periang dan cukup humoris. Dia pun memastikan tak ada perseteruan dengan narapidana lain sebelum Arju meninggal. "Benar seperti mimpi. Pagi itu masih kumpul bareng. Anaknya aktif, tidak punya musuh," terangnya.
Hasanudin menjelaskan, sebelum Arju meninggal sempat mengeluhkan sakit flu. Lantas, rekan lain mencoba memberikan terapi pengobatan. Dia menyebut, Arju memang memiliki kebiasaan jarang tidur malam.
Kondisi dianggap membuat Arju rentan terserang penyakit. "Pas malam itu sampai pagi, main remi. Dia orangnya jarang tidur malam. Kadang habis subuh baru. Sebelum kejadian memang minta kerokan," tuturnya. (fid/pra)
Editor : Satria Pradika