RADAR PURWOREJO - Maraknya baliho bakal calon bupati di ruang publik belum menjadi wewenang Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kebumen. Setidaknya sampai ada tahapan penetapan KPU perihal pasangan calon bupati dan wakil bupati di Pilbup Kebumen 2024.
Koordinator Divisi Hukum dan Sengketa Bawaslu Kebumen Eka Rohmawati mengatakan, secara aturan pihaknya tak bisa menindak alat sosialisasi berupa baliho, spanduk atau sejenisnya yang kini mulai bertebaran. Kondisi ini menurutnya masih diluar tugas dan tanggungjawab Bawaslu. "Belum ranah kami. Dasar yuridis belum mengatur itu," jelas Eka, Kamis (20/6).
Eka menegaskan, penindakan baliho atau spanduk bergambar sosok per hari ini masih menjadi ranah pemerintah daerah. Dalam hal ini Satpol PP. Kendati begitu, dia mengajak agar seluruh pihak saling menjaga demi kondusifitas wilayah jelang pilbup. "Belum masuk kategori pelanggaran pemilihan. Sekarang idealnya pakai perda kalau soal baliho," kata dia.
Eka menyadari, saat ini sudah banyak beredar media luar ruang bergambar kandidat yang masuk dalam bursa bacabup dan bawawabup. Selain itu, pemasangan gambar serupa juga terpantau di berbagai kanal media sosial.
Bawaslu, kata Eka, mengimbau agar pemasangan baliho maupun sejenisnya tetap memperhatikan aspek keselamatan. "Sifatnya imbauan. Kalau sudah kampanye atau masa tenang beda lagi. Kami pasti turun tangan," imbuhnya.
Sebelumnya, Senin (17/6) baliho berukuran jumbo bergambar Bacabup Lilis Nuryani kedapatan rusak. Belum diketahui pasti, apakah kerusakan baliho tersebut ulah dari orang tak dikenal (OTK) atau murni kerusakan. Namun begitu, kondisi ini sempat memantik reaksi banyak pihak. Terutama bagi pendukung atau simpatisan Lilis Nuryani.
Baliho tersebut berada persis di seberang Alun-alun Kebumen. Pantauan di lokasi, media gambar luar ruang tersebut sudah tak utuh lagi. Tampak rusak pada bagian bawah atau hanya menyisakan 20 persen gambar. "Saya minta semua tenang, jangan terprovokasi. Kalau rusak, gampang dipasang lagi yang baru," kata tim Pemenangan Lilis Nuryani, Adi Pandoyo.
Adi meminta, agar pendukung maupun simpatisan Lilis Nuryani tak tersulit emosi pasca kerusakan baliho tersebut. Dia pun berharap insiden ini dapat disikapi secara bijak demi menjaga kondusifitas jelang Pilbup Kebumen 2024.
"Sepanjang sudah beres soal perizinannya, pemasangan spanduk bakal calon bupati dengan tulisan, gambar atau yang lain tak dipermasalahkan," ungkapnya. (fid/pra)
Editor : Satria Pradika