RADAR PURWOREJO - Proses penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2025-2045 rampung dibahas. Dalam draf RPJPD tersebut Pemkab Kebumen bersama DPRD Kebumen sepakat akan terus mengawal isu pengentasan kemiskinan. Tergetnya, Kebumen di 2045 mampu terlepas dari belenggu kemiskinan.
Wakil Ketua Pansus Raperda RPJPD Tahun 2025-2045 Wahid Mulyadi menyatakan, kemiskinan selalu menjadi persoalan menahun di Kebumen. Oleh karena itu, pengentasan kemiskinan menjadi skala prioritas dalam Perda RPJPD. "Cita-cita akhir di 2045, Kebumen terbebas dari kemiskinan. Tingkat kemiskinan yang zero," beber Mulyadi, saat penyampaian laporan hasil Pansus Raperda RPJPD, Jumat (12/7).
Mulyadi menjelaskan, pengentasan kemiskinan tidak bisa instan. Butuh waktu dan kerja keras agar angka kemiskinan terus berkurang. Hadirnya RPJPD, kata Mulyadi, dapat menjadi payung hukum dan kompas dalam menentukan arah kebijakan, dengan begitu penanganan kemiskinan dapat berjalan optimal.
Dia menyebut, sasaran RPJPD ditunjukkan dengan indikator salah satunya tingkat kemiskinan di Kebumen semakin menurun. Pada 2045 berada di kisaran angka 0,00-0,67 persen. Tujuan utama ini juga selaras dengan target nasional menuju kemiskinan 0 persen alias zero kemiskinan. "Upaya mengentaskan kemiskinan didukung dengan menjaga ketimpangan pendapatan," katanya.
Mulyadi mengatakan, proses pembahasan RPJPD 2025-2045 berjalan lancar dan dinamis. Ada beberapa sasaran pengentasan kemiskinan dan ketimpangan di Kebumen. Antara lain, pertumbuhan ekonomi stabil dengan indikator peningkatan pendapatan perkapita mencapai 5-5,5 persen di tahun 2024.
Mulyadi optimis, tingkat kemiskinan di Kebumen dapat tereliminasi hingga 0 persen pada 2045. Keyakinan ini muncul karena Kebumen merupakan daerah agraris dengan potensi bahari serta ketahanan pangan yang mencukupi. Selain itu, juga didukung keragaman potensi geologi, hayati dan budaya masyarakat. "Meningkatnya pendapatan per kapita diharapkan kemiskinan akan semakin menurun," ucapnya.
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyampaikan, solusi jitu dalam pengentasan kemiskinan salah satunya melalui sektor pendidikan. Menurutnya, pendidikan menjadi kunci untuk menyiapkan sumberdaya manusia berkualitas.
Dengan begitu, masyarakat Kebumen akan mampu bersaing ditengah globalisasi. "Jangan sampai, mau Indonesia maju tapi tidak memikirkan pendidikan. Pembangunan jangka panjang itu tidak mengesampingkan pendidikan," ucapnya. (fid/pra)
Editor : Satria Pradika