Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Pedagang Seragam Sekolah Keluhkan Sepi Pembeli

Muhammad Hafied • Jumat, 19 Juli 2024 | 20:00 WIB
TAK SESUAI HARAPAN : Pedagang seragam sekolah Pasar Tumenggungan Kebumen mengaku belum merasakan peningkatan omzet penjualan meski kini telah memasuki tahun ajaran baru.(M Hafied/Radar Jogja)
TAK SESUAI HARAPAN : Pedagang seragam sekolah Pasar Tumenggungan Kebumen mengaku belum merasakan peningkatan omzet penjualan meski kini telah memasuki tahun ajaran baru.(M Hafied/Radar Jogja)


RADAR PURWOREJO - Para pedagang seragam sekolah di Pasar Tumenggungan, Kebumen mengeluhkan sepinya pembeli. Mereka mengeluh lantaran omzet penjualan seragam sekolah tak menentu. Padahal saat ini sudah memasuki tahun ajaran baru.


Seperti dirasakan Sofiatun, 50, pedagang asal Kelurahan Selang, Kecamatan Kebumen. Menurutnya, penjualan seragam sekolah di luar ekspektasi. Saat ini tidak ada peningkatan cukup signifikan. Grosir dan eceran, sama saja. Sepi. “Lebih ramai tahun lalu," jelas Sofiatun, Kamis (18/7).


Sofiatun menduga, sepinya penjualan seragam di pasar merupakan dampak dari maraknya toko online. Masyarakat, lebih memilih belanja kebutuhan sekolah secara online karena menawarkan banyak kemudahan. Padahal, Sofiatun berani menjamin kualitas barang di pasar tak kalah saing dengan pilihan di toko online. "Pengaruh online itu dahsyat banget. Terkadang pas nawar jengkel karena dibandingkan harga online lebih murah. Kan, dilihat kualitas belum tentu juga," ujarnya.


Menurutnya, sepinya pembeli berbanding lurus dengan kondisi pasar yang semakin di tinggalkan masyarakat. Ia pun tetap bersyukur meski omzet tak menentu seperti sekarang masih ada pelanggan setia yang tetap memilih belanja ke pasar. "Saya jualan di pasar dari muda, baru merasakan orang males ke pasar sekarang," ucapnya.


Pedagang lain, Umi Solehatun, 43, juga mengungkapkan hal yang sama. Ia mengaku belum menikmati berkah momentum anak sekolah masuk tahun ajaran baru. Penjualan seragam sejauh ini dinilai masih cenderung sepi. Persiapan masuk sekolah, tapi tetap sepi. “Laku tidak ada lima setel. Ada juga orang beli cuma seragam atasan, karena mungkin mulai kekecilan," ucapnya.


Umi tak mengetahui pasti pemicu penjualan seragam sepi. Padahal, menurutnya harga seragam di pasar tradisional tak jauh berbeda dengan toko modern atau swalayan. Ia mengaku, khusus menyambut musim masuk sekolah ini ia sengaja stok seragam cukup banyak. "Dua minggu kemarin kulak barang. Barangkali ada yang tanya, saya siap banyak pilihan," ungkapnya.

Umi menyebut, harga seragam sekolah yang dibanderol sebenarnya terbilang relatif murah. Tergantung jenis seragam dan ukuran. Seperti seragam setelan sekolah dasar berkisar Rp 100 Ribu sampai Rp 120 Ribu. Sedangkan harga seragam sekolah menengah hanya selisih Rp 20 Ribu sampai Rp 25 Ribu. "Bahan seragam standar. Tidak tembus pandang, tapi harga tetap miring," katanya. (fid/din)

Editor : Satria Pradika
#Pedagang Seragam Sekolah #tahun ajaran baru #kebumen