Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Geopark Kebumen Jadi Bahan Penelitian Siswa MTsN 1 Kebumen dalam MYRES 2024, Mahasiswa Tertarik Batu, Keisha dan Zahra Penasaran Dinosaurus

Muhammad Hafied • Senin, 22 Juli 2024 | 14:00 WIB
SISWA UNGGULAN : Aisyah Zahra Ramadhani (kiri) dan Keisha Luthfia Milana (kanan). Keduanya pelajar MTsN 1 Kebumen yang ikut dalam lomba karya ilmiah nasional berbasis riset.M Hafied/Radar Jogja
SISWA UNGGULAN : Aisyah Zahra Ramadhani (kiri) dan Keisha Luthfia Milana (kanan). Keduanya pelajar MTsN 1 Kebumen yang ikut dalam lomba karya ilmiah nasional berbasis riset.M Hafied/Radar Jogja

RADAR PURWOREJO - Tim riset MTs Negeri 1 Kebumen ikut ambil bagian dalam ajang kompetisi sains nasional bertajuk Madrasah Young Researchers Supercam (MYRES) 2024. Mereka kompak mengajukan judul penelitian tentang jejak dinosaurus di kawasan Geopark Kebumen.


M. HAFIED, Kebumen


Pernahkah Dinosaurus, hewan purba yang sudah punah pernah ada di Kebumen? Pertanyaan itulah yang jadi dasar bagi Keisha Luthfia Milana dan Aisyah Zahra Ramadhani. Keberadaan geopark di Kebumen pun membuat mereka makin penasaran.


Dua siswa kelas unggulan di MTsN 1 Kebumen itu menyebut, sangat dimungkinkan Kebumen memiliki jejak peninggalan purba. Termasuk jejak dinosaurus maupun sejenisnya. Keyakinan ini muncul karena jika merujuk beberapa literatur, Kebumen dulunya gunung api purba di bagian selatan Jawa.

Artinya, tidak menutup kemungkinan kala itu terdapat ekosistem keanekaragaman hewan purba. "Penasaran saja. Selama ini cuma tahu batuan purba. Selain geologi pasti ada hal menarik lain," ucap Zahra, Jumat (19/7).


Zahra yang juga merupakan putri dari Bupati Kebumen Arif Sugiyanto itu mengatakan, selama penelitian mengaku kerap berkonsultasi dengan peneliti kampus BRIN di Karangsambung. Rasa penasaran pun terus muncul ketika ia mendapat pemahaman bahwa Kebumen punya kekayaan geologi.

Namun begitu, Zahra lebih tertarik secara spesifik menelisik keberadaan jejak hewan purba. "Banyak kakak mahasiswa datang ke Geopark Kebumen untuk meneliti batu. Tapi saya kepengin cari tau apakah dulu ada dinosaurus," ungkapnya.


MYRES 2024 merupakan ajang lomba tahunan yang digagas langsung Kementerian Agama (Kemenag). Ada tiga fokus bidang dalam kompetisi tersebut. Meliputi keagamaan Islam, sosial dan humaniora. Kemudian, matematika, sains dan pengembangan teknologi.

Lomba karya tulis ilmiah berbasis riset ini selalu mendapat antusias dari kalangan pelajar. Tahun ini saja sudah terhimpun 7.000 lebih judul proposal penelitian. Adapun peserta merupakan pelajar madrasah baik jenjang MTs dan MA. "Kami sudah lolos 120 besar. Sampai tahap wawancara dengan tim penilai," kata Kepala MTsN 1 Kebumen Muhiban.

Muhiban sangat mengapresiasi atas kerja keras tim riset MTsN 1 Kebumen yang telah berkerja keras menyusun proposal penelitian. Dia yakin, dari ajang lomba tersebut akan memantik para peneliti muda untuk terus berkarya di bidang ilmu pengetahuan.

Hal ini, kata dia, juga selaras dengan visi dan misi madrasah yang tak hanya mengutamakan religiusitas, tapi juga berharap mampu melahirkan siswa yang berfikir dan bertindak secara ilmiah. "Kenapa ulama atau cendekia muslim selalu dikenal?Ya, karena karya ilmiahnya. Dituangkan dalam kitab atau buku," ucapnya.

Muhiban menjelaskan, peran aktif siswa MTsN 1 Kebumen dalam lomba tersebut menjadi bukti bahwa pihaknya memberi perhatian lebih pada dunia riset sains dan teknologi. Dengan begitu, mutu madrasah sebagai satuan pendidikan akan berkualitas serta memiliki daya saing.

"Meneliti dinosaurus di kawasan Geopark. Itu sebenarnya di luar jangkauan, tapi siswa tetap kami dorong. Kami ingin punya karya ilmiah sebanyak mungkin dari anak," ungkapnya. (pra)

Editor : Satria Pradika
#MTs Negeri 1 Kebumen #tim riset #pendidikan #MYRES