RADAR PURWOREJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen telah memulai revitalisasi Pasar Pagi Kebumen. Proyek infrastruktur ini menjadi bagian penataan para pedagang karena belum sepenuhnya tertampung di dalam bangunan pasar.
Kepala Disperindag KUKM Kebumen Haryono Wahyudi mengatakan, revitalisasi pasar pagi dilakukan karena kurangnya daya tampung pedagang. Kondisi ini membuat sebagian pedagang harus rela membuka lapak di luar bangunan utama. "Kalau hujan kasihan. Total itu ada 761 pedagang, baru tertampung sekitar 600," ucapnya, Minggu(4/8).
Tahap awal revitalisasi fokus membongkar ruko di bagian depan pasar. Lokasi tersebut rencananya akan difungsikan sebagai kantong parkir. Sedangkan bangunan ruko akan terpusat di bagian belakang sehingga pasar diharapkan lebih estetik. Problem selama ini, parkir di pinggir jalan. Kalau pagi macet. “Maka kami sediakan tempat parkir representatif," ucapnya.
Revitalisasi pasar ini merupakan lanjutan dari proyek Tahun 2023 dengan anggaran Rp 3 Miliar. Anggaran tersebut diambil dari pagu dana tugas di Kementerian Perdagangan. Tahun ini program infrastruktur berlanjut dengan anggaran Rp 2,7 Miliar. Adapun pengerjaan proyek ditarget rampung pada September 2024. " Tahun ini target beres semua. Pedagang dan pengunjung bisa nyaman," ungkapnya.
Salah satu pedagang Akif Fatwal Amin mengatakan, berakhirnya proyek revitalisasi diharapkan membawa dampak positif bagi pedagang. Dia cukup perihatin melihat sejauh ini sebagian pedagang berjualan hanya mengandalkan lapak seadanya. Kalau semua jualan di dalam, tidak terlihat semrawut. Sekarang kan ada yang masih buka di pinggir jalan. “Itu yang membuat macet," ucapnya.
Akif mengatakan, keberadaan dan keberlangsungan Pasar Pagi Kebumen cukup penting. Sebab pasokan sayur untuk sebagian masyarakat Kebumen diambil dari pasar tersebut. Oleh karena itu, dia mendukung upaya pemerintah melakukan revitalisasi dalam rangka memajukan ekonomi rakyat dari pasar tradisional. "Kami merasa diperhatikan. Biar enak cari rezeki," jelas Akif. (fid/din)