KEBUMEN - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kebumen telah membuka posko pengaduan Pilkada 2024. Posko ini sengaja dibentuk untuk menampung segala bentuk laporan atau aduan masyarakat menyangkut dugaan pelanggaran pilkada.
Anggota Bawalsu Kebumen Eka Rohmawati meminta kepada masyarakat yang memiliki informasi soal dugaan pelanggaran pilkada untuk segera melaporkan ke jajaran Bawaslu. Laporan dapat disampaikan lewat saluran yang telah tersedia maupun datang langsung ke kantor Bawaslu Kebumen. "Ke pengawas desa atau pengawas kecamatan bisa. Silahkan saja datang ka kantor kami atau chatting ke nomor aduan," jelasnya, Jumat (30/8).
Eka menjelaskan, Bawaslu Kebumen kini sedang mengawasi dua tahapan Pilkada 2024 yang beririsan. Tahapan tersebut adalah penyusunan daftar pemilih tetap (DPT) dan tahapan pencalonan. Ia pun mengimbau agar pengawas di tingkat kecamatan hingga desa tak lengah dengan dua tahapan penting tersebut.
Saat ini, lanjut Eka, tahapan penyusunan DPT sudah sampai pada penyusunan perbaikan DPS di tingkat PPS. Terhitung mulai 28 Agustus-1 September 2024. Sedangkan Penetapan DPT di tingkat KPU ditarget pada 14-21 September 2024. "DPT menjadi syarat administratif untuk dapat menggunakan hak pilih," sebut Eka.
Eka menambahkan, jajaran Bawaslu juga siap terjun melakukan pengawasan selama masa pencalonan kepala daerah. Adapun proses tersebut berlangsung sekitar satu bulan dari mulai tahap pendaftaran, penelitian administrasi hingga penetapan pasangan calon.
Menurut Eka, tahap pencalonan kepala daerah merupakan masa cukup krusial. Atas pertimbangan tersebut pihaknya akan melakukan pengawasan secara melekat. "Puncak pencalonan itu kalau gambar pasangan calon sudah tercetak dalam surat suara," jelasnya.
Sementara itu, Ketua KPU Kebumen Dzakiyatul Banat mengatakan, hingga masa pendaftaran calon kepala daerah ditutup pihaknya menerima dua kandidat bakal pasangan calon. Yakni, Arif-Rista dan Lilis-Zaeni. Pascapendaftaran kedua kandidat tersebut segera menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai syarat pencalonan. "Sudah kami agendakan dengan pihak rumah sakit. Target 1 September selesai," ungkapnya. (fid/pra)
Editor : Satria Pradika