KEBUMEN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen terus melakukan upaya distribusi air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. Berdasar data Pusdalops BPBD Kebumen, bantuan air bersih yang terdistribusi hingga Sabtu (31/8) mencapai 107 tangki atau setara 489 ribu liter air.
Bantuan air bersih tersebut telah disalurkan kepada 6.130 kepala keluarga (KK). Adapun jumlah penerima manfaat sebanyak 26.002 jiwa. Pendistribusian air bersih ini mencakup 14 desa yang tersebar di empat kecamatan di Kebumen. "Dropping air bersih dimaksud untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan," jelas Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kebumen Bagus Priyanto, Selasa (3/9).
Bagus menjelaskan, distribusi air bersih merupakan tindak lanjut atas Keputusan Bupati Kebumen Nomor 300.2.1/635 Tahun 2024 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan, dan Lahan di Kebumen. Diprediksi, dampak kekeringan ini akan terus meluas mengingat intensitas hujan pada bulan September masih cukup rendah.
Bagus menyebut, daerah terparah akibat kekeringan berada di Kebumen bagian utara. Dari 14 desa yang telah dikirim bantuan air bersih tersebut mayoritas merupakan wilayah pegunungan. "Bagi warga yang membutuhkan bantuan air bersih silahkan kirim permohonan ke kami sesuai prosedur," ucap Bagus.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa distribusi air bersih selama musim kemarau merupakan solusi jangka pendek. Pihaknya juga telah melakukan upaya mitigasi jangka menengah dan jangka panjang. Yakni, melalui pencanangan sumur bor serta vegetasi lahan sebagai sumber air. "Tidak cuma BPBD, tapi dinas lain juga ikut buat sumur bor. Supaya setiap tahun tidak selalu dropping air," jelasnya.
Sementara itu, Camat Karanganyar Suis Idawati mengatakan, dampak kekeringan tahun ini kemungkinan tidak parah seperti tiga tahun belakangan. Di mana kala itu banyak desa terdampak akibat musim kemarau berkepanjangan. Sejauh ini pihaknya juga terus memantau barangkali terdapat desa yang membutuhkan bantuan air bersih. "Masih aman ya. Sekarang mungkin kemarau basah, kemarin juga sempat ada hujan walau sebentar," terangnya. (fid/pra)
Editor : Satria Pradika