Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Deadlock, PDIP dan PPP Cabut Usulan Komposisi Fraksi di DPRD Kebumen

Muhammad Hafied • Jumat, 13 September 2024 | 16:10 WIB
PERSIAPAN PELANTIKAN : Sekretaris DPRD Kebumen Munadi mengecek kesiapan tempat pelantikan calon anggota dewan terpilih. Prosesi pelantikan dijadwalkan akan berlangsung di ruang rapat paripurna DPRD
PERSIAPAN PELANTIKAN : Sekretaris DPRD Kebumen Munadi mengecek kesiapan tempat pelantikan calon anggota dewan terpilih. Prosesi pelantikan dijadwalkan akan berlangsung di ruang rapat paripurna DPRD

 

KEBUMEN - Rapat pembahasan pembentukan fraksi DPRD Kebumen pada Rabu (11/9) malam menemui jalan buntu. Ujungnya, PDIP dan PPP memutuskan menarik kembali usulan komposisi fraksi. Kedua parpol tersebut menyatakan tak sepakat jika pembentukan fraksi tanpa berpegang pada prinsip proporsional.

 

Anggota DPRD Kebumen Bambang Sutrisno menyatakan, perjalanan lembaga dewan sedikit tertatih karena sampai sekarang belum ada pembentukan fraksi. Padahal menurut dia fraksi sebagai instrumen penting dalam merumuskan pimpinan definitif serta alat kelengkapan dewan (AKD). "Hari ini kami mencabut komposisi fraksi, karena ada kebuntuan komunikasi," kata Bambang, Kamis (12/9).

 

Bambang pun cukup perihatain karena nyaris satu bulan pasca pelantikan dewan, fraksi tak kunjung terbentuk. Mestinya, kata dia, persoalan ini tak perlu terjadi jika pimpinan sementara sedari awal membuka diri dengan unsur partai politik.

Baca Juga: Bapaslon di Pilgub Jateng Andika-Hendi Tertinggal dalam Hasil Survei, PDIP Purworejo: Survei Bersifat Dinamis

Baca Juga: HET Gas Melon di Purworejo Naik Jadi Rp 18 Ribu per Tabung, Distribusi Resmi Hanya sampai Pangkalan

"Kalau dulu PDIP itu menginsiasi, bagaimana segera terbentuk fraksi. Semua anggota harus terakomodir. Orang partai kami ajak duduk bareng," ungkapnya.

 

Bambang berkata, banyak konsekuensi yang harus ditanggung jika pembentukan fraksi hingga AKD meleset dari target. Salah satunya tugas dan tanggungjawab anggota dewan otomatis belum bisa berjalan optimal. "Bagaimana mau kerja, alkel juga belum terbentuk. Untung saja APBD perubahan 2024 sudah ketok palu," jelasnya.

 

Dia juga meminta, pembentukan fraksi ini tanpa ada muatan kepentingan Pilkada 2024. Bambang tak ingin kinerja lembaga legislatif terhambat hanya karena momentum pemilihan kepala daerah. "Coba hilangkan dulu egosentris. Jangan pas ada pilkada jadi kubu-kubuan, itu beda konteks. Ini kan amanah rakyat," bebernya.

 

Sebelumnya, pada Rabu (11/9) malam para elit parpol hadir ke gedung dewan untuk membahas pembentukan fraksi. Namun, dalam rapat tertutup itu terjadi pembahasan cukup alot. Sejumlah parpol justru saling kunci dalam usulan pembentukan fraksi.

 

Sekretaris DPC PPP Kebumen Arif Mustofa menyatakan, pihaknya terpaksa menarik diri dalam konteks usulan pembentukan fraksi. Langkah ini diambil sampai ada keputusan bersifat kolektif kolegial. "Harapan kami, partai yang tidak bisa berdiri sendiri itu membentuk dua fraksi dari partai gabungan. Biar lebih dinamis," kata dia.

 

Politisi PPP itu tak habis pikir pembentukan fraksi ini sampai berlarut-larut. Sebenarnya, kata Arif, pembentukan fraksi cukup simpel jika komunikasi antara pimpinan sementara dengan elit parpol terjalin cukup baik. "Selama ini belum ada obrolan. Tiba-tiba langsung rapat, kan repot. DPRD Provinsi pelantikannya ada jeda hari dengan kabupaten, sekarang malah sudah tertata," pungkasnya. (fid)

 

Editor : Heru Pratomo