Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

PAN Kritik Kinerja Pimpinan Dewan Sementara, Tak Bisa Memfasilitasi Pembentukan Fraksi di DPRD Kebumen

Muhammad Hafied • Selasa, 17 September 2024 | 14:10 WIB
Rapur DPRD Kebumen
Rapur DPRD Kebumen

KEBUMEN - DPD PAN Kebumen angkat bicara soal molornya pembentukan fraksi DPRD Kebumen. Kondisi ini terjadi karena peran pimpinan dewan sementara dianggap kurang optimal dalam memfasilitasi terbentuknya fraksi.

Sekretaris DPD PAN Gito Prasetyo mengatakan, ada tiga pokok tugas pimpinan dewan sementara. Salah satunya yaitu memfasilitasi terbentuknya fraksi. Namun, sejauh ini upaya tersebut ternyata gagal mengingat anggota dewan dari PAN sampai sekarang belum terakomodasi dalam pembentukan fraksi.

"Kalau sampai hari ini fraksi belum terbentuk, kami bisa menyimpulkan pimpinan sementara belum menjalankan tugas," ucapnya, Senin (16/9).

Gito menyebut, nasib serupa juga dialami anggota dewan dari PDIP dan PPP. Hal ini menurut dia sebenarnya dapat dihindari jika pimpinan sementara aktif berkomunikasi dengan para pimpinan parpol.

Baca Juga: Kisah Begawan Ciptaning: Pertapaan Arjuna di Gunung Indrakila dan Anugerah Panah Pasopati

Baca Juga: Ini 5 Alasan Mengapa Anda Harus Mengonsumsi Kuning Telur

Dia menegaskan, pimpinan dewan sementara mestinya mampu menjembatani pembentukan fraksi dengan berbagai cara, baik secara formal maupun non formal. "Dikembalikan kepada tatib dan PP (Peraturan Pemerintah) yang ada. Proses memfasilitasi banyak cara. Nah ini tugas pimpinan sementara," bebernya.

Gito berpesan, agar pimpinan parpol tidak saling mengedepankan egosentris dalam pembentukan fraksi. Terlebih, PAN hanya memiliki tiga kursi dewan, sehingga perlu diajak diskusi dalam menentukan pembentukan fraksi. "Dengan kejadian kemarin ada beberapa partai terkunci, ini kan suatu ego. Berfikirlah mereka bukan utusan partai, tapi wakil rakyat," ungkapnya.

Gito menyatakan, dirinya tak ingin masuk terlalu dalam untuk mempertanyakan landasan gelaran paripurna pembentukan fraksi pada Jumat (13/9). Dia hanya menyayangkan karena satu bulan pasca pelantikan, pimpinan dewan sementara belum mampu menjalankan tugas secara optimal.

"Jangan-jangan pimpinan sementara bisa melanggar tatib dan PP kalau tidak menjalankan tugas memfasilitasi pembentukan fraksi," tegas Gito.

 

Baca Juga: Bangsa Indonesia telah Mewarisi 29 Jenis Wayang, Mana yang Paling Populer? Baca Juga: Jinten Hitam dan Manfaat Luar Biasa untuk Kecantikan, Kesehatan Kulit dan Kesehatan Otak

Sementara itu, Ketua DPC PPP Wahid Mulyadi juga cukup menyayangkan kenapa pembentukan fraksi harus berlarut-larut. Dia tak habis fikir persoalan yang sebenarnya mudah, justru kini menjadi dinamika tersendiri di tataran lembaga dewan.

"Kalau ada musyawarah. Duduk bareng, ngopi bareng beres itu. Satu jam cukup dengan asas keadilan," ungkapnya.

Dia mengungkapkan, PPP terpaksa mencabut usulan pembentukan fraksi lantaran masih ada PAN yang belum terakomodasi. Mestinya, kata Mulyadi, partai yang tidak bisa berdiri sendiri dalam pembentukan fraksi berembug dulu sebelum rapat paripurna. Sehingga seluruh anggota dewan dapat masuk menjadi anggota fraksi.

"Ada elit parpol dengan tegas menyatakan, tidak bisa ditambah atau dikurang dalam pembentukan fraksi. Kalau gontok-gontokan begitu repot jadinya," imbuh Mulyadi. (fid/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#ppp #DPRD Kebumen #PAN #dewan #Pimpinan sementara