KEBUMEN - Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kebumen Akif Fatwal Amin mengimbau agar para pengusaha tak nekat melakukan intervensi bagi kalangan buruh dalam konteks Pilkada 2024. Menurutnya, pekerja atau buruh memiliki hak dan kemerdekaan untuk menentukan calon pemimpin.
Akif mengajak para pengusaha untuk saling menjaga iklim demokrasi di Kebumen. Dia tak ingin gelaran Pilkada 2024 ini terganggu gegara ada unsur intervensi. "Sebagai masyarakat, individu buruh punya hak memilih dan dipilih. Biarkan mereka bebas menentukan sikap. Jangan ada ancaman dalam bentuk apapun," tandas Akif, Kamis (10/10).
Menurut Akif, buruh atau pekerja merupakan kalangan cukup rentan mendapat intervensi. Bahkan, para buruh bisa saja menerima konsekuensi berupa surat peringatan hingga pemecatan jika tidak sejalan dengan pandangan perusahaan. "Aksi pemaksaan kehendak ini yang tidak bisa dibenarkan," bebernya.
Dia pun akan mengambil sikap jika ke depan ada perusahaan yang tega melakukan intervensi kepada buruh terkait Pilkada 2024. Akif mengajak para buruh juga mengawasi segala bentuk aksi pemaksaan pilihan politik.
Baca Juga: Jarang Diketahui, Inilah 9 Kandungan Kacang Hijau yang Bermanfaat Bagi Kesehatan
Baca Juga: AHM Luncurkan Honda ICON e: dan CUV e:
Sebab hal ini akan berpotensi mengganggu jalannya Pilkada 2024. "Pilih sesuai hati nurani saja. Tidak perlu takut. Mana yang dianggap layak dan mumpuni, silahkan pilih," ujarnya.
Akif menerangkan, Pilkada merupakan mekanisme seleksi dalam menentukan calon pemimpin lima tahun ke depan. Dalam hal ini para buruh sebagai bagian masyarakat juga memiliki hak dalam menentukan sosok pemimpin. Dia pun menyayangkan jika dalam tahapan Pilkada 2024 ini perusahaan memandang pekerja sebagai komoditas politik. "Saya perihatin kalau buruh cuma dijadikan ceruk suara," ungkapnya.
Sementara itu, salah satu pekerja Nunung Nurhayati berharap pada Pilkada 2024 ini dapat melahirkan pemimpin yang berkualitas dan peduli terhadap kondisi buruh. Sejauh ini ia mengaku belum menentukan pilihan karena tidak mengetahui pasti komitmen kepada buruh dari setiap pasangan calon di Pilkada 2024. "Yang maju pasti kan orang pilihan. Cuma sekarang saya masih memperhitungkan dulu. Mana yang peduli ke pekerja, itu dipilih," ujarnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo