KEBUMEN - Personel pemadam kebakaran (damkar) masih melakukan pendinginan di lokasi kebakaran Pasar Wonokriyo, Gombong pada Jumat (18/10). Hingga siang tadi tiga armada pemadam kebakaran tetap bersiaga di sekitar lokasi guna antisipasi kebakaran susulan.
Sedikitnya 20 armada damkar dikerahkan saat peristiwa kebakaran Pasar Wonokriyo, Gombong yang terjadi pada Kamis (17/10) sore. Selain tim Damkar Kebumen, penanganan insiden tersebut juga mendapat bantuan petugas damkar terdekat. Antara lain dari Purworejo, Banyumas, Banjarnegara, Wonosobo dan Cilacap.
"Damkar daerah lain sudah balik kanan pukul 24.00 malam. Semua armada dikerahkan," jelas Kabid Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kebumen Rokhmat Zuhri, Jumat (18/10).
Baca Juga: Rapat Paripurna DPRD Kebumen Bahas APBD 2025 Dibanjiri Interupsi
Baca Juga: Seorang Pelajar di Purworejo Dikeroyok, Polres Purworejo Bergerak Cepat Tangani Kasus
Dalam kebakaran ini petugas berjibaku selama enam jam hingga api benar-benar dipastikan padam. Luasnya area kebakaran ditambah minimnya pasokan air menjadi kendala tersendiri dalam proses pemadaman. "Sampai ambil air di kolam renang dan pabrik karena tersedia hydran. Langkah yang kami lakukan netralisir dari tepi bangunan supaya tidak merembet," ujarnya.
Tidak ada satu pun pemilik kios atau los yang diperbolehkan masuk area kebakaran. Garis polisi juga terlihat sudah terpasang di bagian pintu masuk pasar. Petugas masih menyusur lokasi pasar mencari kemungkinan masih ada sumber api.
"Tadi pagi masih sempat keluar titik api. Kami tetap lakukan pendinginan. Khawatir api lebih besar merembet ke lokasi lain," kata.
Zuhri menyampaikan, kondisi pasar pascakebakaran cukup parah. Hampir seluruh bangunan beserta isi di blok C Pasar Wonokriyo ludes dilalap si jago merah. Belum dipastikan berapa nilai kerugian materil akibat insiden kebakaran tersebut. Namun kerugian ditaksir bisa mencapai ratusan juta.
"Kami belum menghitung berapa los dan kios. Nanti ada tim. Yang jelas banyak. Fokus kami penanganan. Pemicunya apa kami juga belum bisa memastikan," ujarnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo