KEBUMEN - Dinamika pembentukan fraksi DPRD Kebumen akhirnya berujung titik temu. Masing-masing pimpinan partai politik (parpol) pemilik kursi legislatif telah berkompromi agar fraksi segera terbentuk.
Komposisi fraksi telah tertuang dalam surat pengumuman pembentukan fraksi DPRD Kebumen Nomor 170.13/X/2024. Susunan setiap fraksi juga sudah diumumkan melalui rapat paripurna yang berlangsung pada Selasa (29/10) sore.
Sekrataris DPRD Kebumen Munadi menyampaikan, dari total 50 anggota dewan seluruhnya kini telah masuk dalam susunan fraksi. Adapun fraksi yang telah terbentuk berjumlah tujuh fraksi, terdiri dari lima fraksi parpol mandiri dan dua fraksi gabungan parpol. "Intinya sudah clear semua. Bedanya dengan periode lalu, sekarang ada dua fraksi gabungan antara PAN-PKS dan Golkar-Demokrat," terangnya.
Munadi bersyukur, proses pembentukan fraksi tidak berlarut-larut meski dinamika di internal dewan cukup santer. Pasca pembentukan fraksi rampung anggota dewan dihadapkan tanggungjawab membahas APBD murni tahun 2025.
Baca Juga: Tak Ingin Semrawut, Pemkab Larang PKL Jualan di Area Alun-Alun Kebumen
Baca Juga: Bunga Lawang: Rempah Bintang dengan Khasiat Luar Biasa untuk Sistem Pernapasan
Dia sebelumnya mengaku khawatir adanya dinamika pembentukan fraksi akan menggangu proses pembahasan APBD. "Ya, besok tinggal paripurna pengantar APBD 2025 dari eksekutif. Waktunya ini mepet sekali," ujarnya.
Dalam waktu dekat, lanjut Munadi, bagian Sekretariat DPRD Kebumen segera menjadwalkan pengambilan sumpah janji pimpinan definitif. Baru setelah itu fokus pembentukan alat kelengkapan dewan sebagai instrumen penting pembahasan APBD 2025. "Tahapan berikutnya soal APBD ada di badan anggaran. Tapi setelah ketua dan wakil ketua definitif selesai," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP Kebumen Bambang Sutrisno menegaskan, pentingnya musyawarah mufakat untuk menghadapi dinamika yang terjadi di tataran internal lembaga dewan. Pihaknya juga tak ingin kebijakan krusial seperti APBD menjadi pertaruhan akibat adanya dinamika. "Sekarang tinggal fokus menatap APBD. Kami juga meminta alat kelengkapan dibagi secara proporsional," ungkapnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo