Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Debat Pamungkas Pilkada Kebumen Fokus Bahas Kesejahteraan dan Kualitas Hidup

Muhammad Hafied • Rabu, 20 November 2024 | 15:20 WIB
PAPARAN : Ketua KPU Kebumen Dzakiyatul Banat didampingi jajaran komisioner memberikan keterangan pers soal kesiapan menyambut prosesi pendaftaran bakal calon kepala daerah. (M Hafied/Radar Jogja)
PAPARAN : Ketua KPU Kebumen Dzakiyatul Banat didampingi jajaran komisioner memberikan keterangan pers soal kesiapan menyambut prosesi pendaftaran bakal calon kepala daerah. (M Hafied/Radar Jogja)

 

KEBUMEN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kebumen telah menjadwalkan debat pamungkas calon bupati dan calon wakil bupati pada hari ini, Rabu (19/11). Debat sesi kedua tersebut bakal mengulik tema besar tentang kesejahteraan dan kualitas hidup. Ajang adu program dan gagasan bagi paslon ini juga sekaligus menutup tahapan debat di Pilkada 2024.

 

Ketua KPU Kebumen Dzakiyatul Banat menyampaikan, tema yang diusung terdiri dari lima sub tema. Yakni, menyangkut soal pendidikan, kesetaraan gender, ekonomi, pelayanan masyarakat serta keamanan dan ketertiban umum. "Misal terkait kesehatan dan bagaimana dengan disabilitas. Itu kan masuk sub tema layanan masyarakat," jelas Banat, Selasa (19/11).

 

Dalam prosesi debat, KPU Kebumen sendiri bakal menghadirkan para panelis untuk menguji kemampuan masing-masing paslon. Dari debat terakhir ini publik diharapkan dapat mencerna penjabaran visi dan misi setiap paslon. "Ya, massa pendukung di lokasi debat itu terbatas. Cuma 100 orang setiap paslon. Tapi kami buka siaran lewat kanal resmi," ucapnya.

 Baca Juga: Akses Karangsambung-Sadang Kebumen Nyaris Putus, Warga Terancam Terisolir

Baca Juga: Undang Delapan Komunitas, KPU Kebumen Jamin Hak Disabilitas di Pilkada 2024

Banat menjelaskan, sudah ada kesepakatan berbagai pihak terkait pelaksanaan debat terakhir. Di mana sebelumnya debat berlangsung pada malam hari, namun kali ini dijadwalkan siang hari. Keputusan final tersebut menjadi bagian antisipasi terhadal segala potensi gangguan di luar keinginan. "Sudah ada evaluasi. Tinggal kami minta pendukung itu saling menjaga," jelas Banat.

 

Sementara itu, Koordinator Presidium Lentera Demokrasi Agus Hasan Hidayat menekankan, bahwa debat merupakan ruang pendidikan politik bagi masyarakat. Bukan sebagai ajang saling serang antar paslon. Dia juga berharap proses debat pamungkas ini jauh lebih berkualitas. Setiap paslon diharapkan dapat menyodorkan dialektika yang mampu dicerna masyarakat. "Pelaksanaan debat harus memiliki tujuan lebih luas. Saling berlomba mengukur visi dan misi. Tidak saling menjelekan antar paslon," terangnya.

 

Agus pun mengingatkan debat paslon bukan menjadi ajang perebutan simpati belaka. Melainkan sebagai tolok ukur kemampuan paslon dalam meramu kebijakan strategis ke depan. "Apapun harus saling menghargai. Yang namanya visi dan misi pasti baik," ujarnya. (fid)

 

Editor : Heru Pratomo
#KPU #debat #kebumen