KEBUMEN - Musibah tanggul jebol masih menyisakan kekhawatiran bagi warga Kelurahan Panjatan, Kecamatan Karanganyar. Mereka mengaku masih was-was terhadap ancaman tanggul jebol. Terlebih saat ini kondisi cuaca belum memasuki puncak musim penghujan.
Salah satu warga, Naswan, 45, mengatakan, peristiwa tanggul jebol perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Dia tak ingin menanggung kerugian materil dan non materil akibat jebolnya Sungai Kemit seperti beberpaa waktu lalu. "Masih khawatir ya, curah hujan sekarang semakin lebat. Tanggul darurat itu belum stabil," katanya, saat menyambut kedatangan Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sujana di titik tanggul jebol, Kamis (21/11) sore.
Dia mengungkapkan, peristiwa tanggul jebol pada 9 November 2024 bukan kali pertama. Melainkan sudah ketiga kali. Akibatnya rumah warga ikut terendam banjir dari luapan Sungai Kemit. Bahkan sebagian warga harus rela mengungsi karena kondisi tempat tinggal mereka tidak memungkinkan. "Seingat saya sudah tiga kali jebol. 2023 pernah, 2020 pernah. Posisinya ya itu masih dekat dengan lokasi sekarang," jelasnya.
Dari peristiwa tanggul jebol tersebut warga harus menanggung banyak konsekuensi. Di antaranya kerusakan peralatan elektronik hingga matinya sektor perekonomian warga. "Kejadian datang tiba-tiba, saya tidak bisa menyelamatkan barang. Kemarin yang rusak itu kulkas, kipas angin sampai kasur," terangnya.
Warga lain Sujangi, 53, meminta agar pemerintah mencari solusi agar tanggul tidak rentan jebol. Dia usul dibuat secara permanen dengan cara cor beton. Hal ini menurutnya dianggap aman dari ancaman tanggul jebol. Selain itu, tidak kalah penting adanya normalisasi sungai guna memastikan tidak ada gangguan di sepanjang aliran sungai. "Kalau memungkinkan mendingan pakai cor saja. Soalnya bola-bali (sering) jebol," bebernya.
Sementara itu, Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana meminta warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan. Dia mengapresiasi. kesiapsiagaan serta gerak cepat berbagai pihak, sehingga peristiwa jebolnya tanggul Sungai Kemit tercatat tanpa korban jiwa.
Dalam kunjungan ini Nana menyerahkan secara simbolis bantuan untuk warga terdampak. Masing-masing berupa 6,85 ton beras dan 200 paket sembako. "Musim penghujan masih tinggi sesuai informasi dari BMKG. Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat tetap waspada, karena bencana dapat terjadi kapan saja," jelasnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo