KEBUMEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen menyatakan komitmen untuk terus mewujudkan kabupaten ramah disabilitas. Berbagai program telah dicanangkan untuk mengoptimalkan pemenuhan hak kalangan disabilitas. Terbaru, pemkab telah meluncurkan Unit Layanan Disabilitas atau ULD.
Pjs Bupati Kebumen Boedyo Dharmawan mengatakan, keberadaan ULD sebagai wujud perhatian pemkab dalam menghadirkan pelayanan inklusif. Dia menaruh harapan gedung ULD yang berada di Desa Pejagoan, Kecamatan Pejagoan ini mampu mengurai persoalan penyandang disabilitas. "Pendidikan adalah hak setiap warga negara. Kita memiliki tanggung jawab besar memastikan tidak ada yang tertinggal," jelasnya, Jumat (22/11).
Baca Juga: Baznas Jateng Beri Modal Usaha untuk Warga Magelang, Setiap Orang Dapat Rp 3 Juta
Boedyo mengatakan, ULD tersebut ke depan akan dikelola Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora). Hal ini juga sekaligus penegasan bahwa masyarakat berkebutuhan khusus harus mendapat kesetaraan, utamanya dalam dunia pendidikan. "ULD harus mampu menjadi jembatan agar penyandang disabilitas mendapatkan akses pendidikan layak dan berkualitas," ujar Boedyo.
Dia menegaskan, seluruh masyarakat punya kesempatan dan ruang yang sama untuk mendapatkan layanan dasar. Tanpa memandang keterbatasan kondisi fisik maupun mental. Boedyo pun mengajak seluruh elemen ikut mendukung layanan di berbagai aspek yang ramah disabilitas. "Mari buktikan bahwa Kebumen dapat menjadi kabupaten inklusif dan menghargai keberagaman," terangnya.
ULD ini diketahui memiliki sejumlah layanan primer. Meliputi konsultasi psikiater, asemen anak berkebutuhan khusus (ABK) hingga ruang bermain dengan fasilitas pendamping dan psikolog. Adapun layanan konsultasi dan terapi ABK akan menyesuaikan jadwal yang telah ditentukan.
Kadisdikpora Kebumen Yanie Giat menyampaikan, pihaknya belum lama ini juga telah memfasilitasi asasemen bagi para ABK di RSUD Soedirman. Selain itu, pemberian program bantuan berupa alat kesehatan untuk ABK dari keluarga kurang mampu. "Tujuannya memetakan kemampuan akademik, psikologis dan fisik siswa, sehingga dapat ditentukan bentuk intervensi agar tepat sasaran," ucapnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo