KEBUMEN - Sebanyak 164 pedagang kaki lima (PKL) Alun-alun Kebumen resmi menempati lokasi baru pada Minggu (15/12). Mereka mulai berjualan di Kapal Mendoan yang kini menjadi ikon tempat kuliner di Kebumen. Bangunan estetik tersebut berada persis di sisi timur alun-alun yang membujur dari utara ke selatan.
Disebut Kapal Mendoan karena arsitektur bangunan sengaja dirancang menyerupai kapal pesiar. Sedangkan Mendoan sendiri diambil dari sebuah akronim 'Mangan Enak Karo Dolan'. Bangunan tersebut memang disiapkan khusus bagi para PKL yang selama ini berjualan di alun-alun.
"Tidak ada pilih kasih, termasuk nomor lapak kami undi. Dapatnya nomor berapa ya tempatnya itu," jelasnya.
Secara teknis, lanjut Haryono, para PKL yang bertempat di Kapal Mendoan terbagi menjadi dua sesi jam operasi. Pertama waktu pagi dimulai dari pukul 06.00-14.00, sedangkan sore dari pukul 15.00-23.00. Adapun untuk penempatan PKL tersebut menggunakan sistem kontrak secara periodik dengan biaya retribusi Rp 3.750 per hari. "Kalau masih ada yang jualan di luar Kapal Mendoan, berarti itu tugas Satpol PP," katanya.
Sementara itu, salah satu PKL Supriyanto mengaku cukup kerasan menempati lapak baru di Kapal Mendoan. Menurutnya lapak tersebut cukup nyaman dan representatif. Fasilitas yang disediakan juga terbilang lengkap, mulai dari toilet hingga wifi gratis. "Tinggal untung-untungan saja. Namanya cari rezeki. Mungkin pemerintah sering buat acara biar alun-alun tambah ramai," jelasnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo