KEBUMEN - Sejumlah harga kebutuhan pangan terus merangkak naik seiring musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dari sekian banyak komoditas yang paling mengalami fluktuasi harga saat ini adalah cabai. Sedangkan untuk komoditas lain terpantau cenderung stabil.
Salah satu petani cabai Paryanto, 38, mengungkapkan, gejolak harga cabai mulai dirasakan pada awal Desember 2024. Kondisi ini tidak lepas karena pengaruh cuaca yang tak menentu belakangan ini. Kendati begitu, fluktuasi harga yang terjadi dinilai masih dalam batas kewajaran. "Harganya naik turun. Kalau untuk standar harga sekarang masih masuk buat petani," ungkapnya, Kamis (26/12).
Paryanto menyebut, harga cabai jenis merah kriting di tingkat petani sekarang berkisar Rp 25 ribu per kilogram. Sementara cabai rawit merah sekitar Rp 30 ribu per kilogram.
Baca Juga: Libur Natal, Kunjungan Wisatawan Di Pantai Dewaruci Purworejo Meningkat
Baca Juga: Diduga Sopir Ngantuk, Kendaraan Masuk Jurang di Jalur Kebumen-Banjarnegara
Harga tersebut menurutnya sudah cukup ideal untuk balik modal mencukupi biaya perawatan tanaman. "Pas November itu harga sempat Rp 15 ribu per kg. Habis untuk pupuk sama ongkos pekerja," ujar petani asal Desa Setrojenar itu.
Sementara itu, penjual cabai Pasar Tumenggungan Khusna mengatakan, pergerakan harga komoditas cabai memang sulit diprediksi. Terlebih ketika pasokan barang melebihi permintaan pasar seperti sekarang. Hal ini dipengaruhi karena faktor musim penghujan serta momentum libur akhir tahun. "Kalau naik pasti ada kenaikan. Terkadang sekarang naik cuma Rp 500 perak, besok bisa Rp 2 ribu. Itu yang sulit ditebak," ujarnya.
Watini mengungkapkan, fluktuasi harga cabai saat ini tidak begitu berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Dia memprediksi kondisi ini bakal terjadi hingga libur Nataru usai. "Saya rasa biasa saja sih. Pelanggan juga tetap pesan. Mungkin karena naiknya tidak ekstrem ya," ucapnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo