KEBUMEN - Sejumlah siswa SMAN 1 Pejagoan berhasil menciptakan inovasi berupa alat peringatan dini gempa dan banjir.
Terobosan tersebut digagas sebagai bagian mitigasi bencana, mengingat Kabupaten Kebumen tergolong daerah rawan gempa dan banjir.
Alat ini sengaja diciptakan sebagai proteksi agar ketika terjadi gempa atau banjir tidak menimbulkan dampak signifikan.
Jika dilihat secara detail, alat tersebut hanya menggunakan bahan yang cukup mudah dicari di tengah masyarakat.
"Kami buat sekitar dua minggu. Dari nol sampai selesai," kata Falda Anabela didampingi Ambarwati selaku siswa penggagas alat peringatan gempa dan banjir, Kamis (20/2/2025).
Meski terlihat masih sederhana, alat tersebut akan terus dikembangkan agar tampilan dan akurasi jauh lebih optimal.
Dalam pembuatan alat ini, siswa mengaku tidak mengeluarkan biaya mahal yakni tidak kurang dari Rp 100 ribu.
Bahkan, sebagian bahan seperti kawat dan papan diambil dari barang limbah. "Simpel sebenarnya, bisa dipasang di rumah atau sesuai kebutuhan," beber Falda.
Saat diuji coba, alat peringatan gempa ini berfungsi dengan baik. Alarm yang terpasang berbunyi keras ketika mendeteksi adanya gerakan.
Pun sama dengan alat peringatan banjir, sensor deteksi air berfungsi baik ketika mendeteksi volume air telah melebihi ambang batas yang ditentukan.
"Ini baru awal, mau kami sempurnakan lagi. Supaya tampilan menarik tapi tidak mengganggu cara kerja," jelasnya.
Guru Pembimbing Akhmad Mulkhan Fauzi menyampaikan, terciptanya alat peringatan gempa dan banjir murni merupakan buah pemikiran siswa.
Guru sifatnya hanya pendampingan dan fasilitasi agar siswa dapat menyalurkan ide dan gagasan sesuai target.
Akhmad menyatakan, produk siswa ini adalah hasil pengamalan dari proyek penguatan profil pelajar Pancasila atau P5.
Di mana sekolah memberi ruang agar berfikir kritis serta dapat mengasah keterampilan dan kreativitas sesuai kemampuan masing-masing.
"Alat masih prototipe. Anak-anak kami dorong untuk lebih bagus lagi dalam rekayasa teknologi," ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Pejagoan Erna Umu Nurlaela mengatakan, inovasi alat peringatan gempa dan banjir bisa menjadi solusi atas ancaman potensi bencana di Kebumen.
Termasuk di lingkungan sekolah yang memiliki kerawanan bencana cukup tinggi.
"Morfologi sekolahan kami itu bukit, tanahnya berkontur, struktur bangunan bertingkat. Nah alat ini menjawab solusi ketika ada gempa," bebernya.
Erna mengaku ikut bangga karena alat tersebut kini juga sudah dilirik BPBD Kebumen.
Ia berharap, melalui pencanangan Kurikulum Merdeka akan muncul inovasi lain dari siswa yang dapat bermanfaat bagi masyarakat.
"Anak memang kami bebaskan eksplorasi sendiri. Bisa amati, tiru dan modifikasi," tambahnya. (fid/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita