KEBUMEN - Komisi D DPRD Kebumen melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek paket pekerjaan Jalan Banyumudal-Redisari, Kamis (19/6) siang. Dalam sidak tersebut ditemukan adanya indikasi pelanggaran berupa pelaksanaan yang tak sesuai perencanaan.
Saat di lokasi proyek, rombongan Komisi D menemukan ketidaksesuaian pekerjaan. Di mana anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk kontruksi landasan beton, justru dialihkan untuk penahan jalan. "Kalau memang butuh penahan jalan, kenapa dari awal tidak difikirkan dan masuk perencanaan. Ini aneh dan rancu," beber Ketua Komisi D DPRD Kebumen Dwi Al Hadi.
Baca Juga: Produk UMKM Purworejo Mulai Dilirik Hotel Berbintang di DIY, Paling Banyak Kuliner
Dwi menyatakan, dari temuan itu akan dilakukan evaluasi dengan meminta keterangan dari penyedia jasa serta dinas terkait. Komisi D, kata dia, tidak akan memberikan toleransi manakala proyek pekerjaan jauh dari harapan. Pihaknya juga tak segan melayangkan surat rekomendasi pembongkaran terhadap proyek asal-asalan.
"Kami kaget, begitu lihat kok ada satu titik diloncati. Tidak pakai dasar sebelum beton digelar. Harusanya kan rata semua, dari ujung ke ujung," ungkapnya.
Dwi menyatakan, sidak merupakan bagian fungsi DPRD dalam melakukan pengawasan penggunaan anggraan daerah. Sidak ini bakal berlangsung rutin dengan mendatangi lokasi proyek secara acak.
Baca Juga: Karang Taruna di Purworejo Diharapkan Jadi Pelopor Politik yang Damai, Santun, dan Beretika
Dia pun menekankan agar pelaksana proyek memperhatikan kualitas mutu serta tepat waktu. "Pelaksana, konsultan perencana dan pengawas jangan main mata. Jangan main-main sama uang rakyat," tandasnya.
Berdasar tabel kontrak, anggaran proyek pekerjaan Jalan Banyumudal-Redisari senilai Rp 1,42 miliar. Paket pekerjaan jalan yang bersumber dari opsen pajak kendaraan tersebut diproyeksi rampung pada pertengahan September 2025.
Jalan tersebut selama ini menjadi akses alternatif bagi warga dari arah Kecamatan Buayan menuju Kecamatan Rowokele.
Baca Juga: Pemerintah Kabupaten Purworejo Dukung Pengembangan Kambing Kaligesing
Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dari Dinas PUPR Kebumen Khusni Tamrin mengatakan, proyek perkejaan jalan tersebut berada di area lahan Perhutani.
Diakui memang ada pengalihan konstruksi jalan untuk penahan jalan. Hal ini dilakukan karena perlu ada penyesuaian kebutuhan di lokasi pekerjaan jalan.
"Pas pelaksanaan ada satu titik buat itu, karena kalau hujan air dari atas langsung ke jalan. Supaya bebas dari longsoran," terangnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo