KEBUMEN - RSUD Dr Soedirman (RSDS) Kebumen berhasil menyelamatkan tiga nyawa bayi kembar tiga (triplet) kategori bayi berat lahir ekstrem rendah (BBLER). Tindakan medis dilakukan dengan penanganan khusus guna memastikan bayi beserta ibu bayi selamat dari ancaman kematian.
Proses kelahiran bayi kembar tiga tergolong langka dan berisiko. Di RSDS sendiri penanganan kelahiran bayi triplet hanya hitungan jari. Kondisi ini yang memaksa tim medis harus bekerja ekstra hati-hati.
"Dengan kemampuan kami, dokter yang ahli dibidangnya kami kerahkan supaya antara bayi dan ibunya selamat," jelas Direktur RSDS Kebumen Arif Komedi, Rabu (9/7).
Kepada Radar Jogja, Arif menyatakan kondisi ketiga bayi tersebut sekarang telah menunjukkan proses pemulihan cukup signifikan. Kendati begitu, penanganan komperehensif masih terus dilakukan sebelum bayi dan ibu bayi diperbolehkan pulang.
"Sudah masuk bangsal. Bayi juga kondisinya stabil, tapi tetap kami pantau sampai benar-benar memungkinkan," kata Arif.
Bayi tersebut diketahui lahir dari pasangan Paryudi dan Tri Susanti, warga Desa Sidomukti, Kebumen. Ketiga bayi ini lahir dari proses kehamilan kedua. Sebelumnya, ibu bayi datang ke IGD RSDD Kebumen pada 24 Mei 2025. Ia datang dengan usia kehamilan masih 28 minggu.
Melihat kondisi, dokter melakukan perawatan ekstra dengan pemberian obat terutama untuk pematangan paru janin. Kondisi ini perlu dilakukan melihat usia janin belum terbilang sempurna.
Berselang dua hari dokter kemudian melakukan tindakan operasi sectio cesarea (SC) untuk proses kelahiran bayi. "Risiko morbiditas (kesakitan) dan mortalitas (kematian) ini memang tinggi," ungkap Arif yang juga mantan Direktur RSUD Prembun.
Setelah proses selesai lahir tiga bayi, masing-masing dengan berat 1.310 gram, 850 gram dan 1.100 gram.
Melihat kondisi bayi tim dokter kemudian memutuskan bayi untuk dirawat ruang khusus, yakni neonatal intensive care unit (NICU) hingga 20 Juni 2025.
Sementara itu, dokter penanggungjawab pelayanan (DPJP) utama pasien Wahyu Adiwinanto menerangkan, selama perawatan pasien juga dikonsultasikan kepada dokter spesialis mata dan dokter spesialis kesehatan fisik dan rehabilitasi.
Adapun kondisi bayi terus menunjukkan progres positif. Hal ini dapat dilihat dari berat badan bayi semakin hari kian meningkat. "Kondisinya stabil. Bahkan dua bayi sudah di luar inkubator," terangnya. (pra)
Editor : Heru Pratomo