Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Desa Seboro Kebumen Bangkit Lewat Tenun Tradisional, Tembus Pasar Nasional dan Timur Tengah

Muhammad Hafied • Senin, 14 Juli 2025 | 03:56 WIB

Desa Seboro Penghasil Tenun Terbaik di Kebumen Utara
Desa Seboro Penghasil Tenun Terbaik di Kebumen Utara

KEBUMEN - Desa Seboro di Kecamatan Sadang mulai mencuri perhatian sebagai sentra penghasil tenun premium. Desa di ujung wilayah utara Kebumen ini eksis bukan hanya dari sektor pertanian dan pariwisata, tapi juga menyimpan kekayaan berupa sentra kerajinan tenun.

Sekretaris Desa Seboro Bilaludin menyampaikan, kerajinan tenun di desanya sudah menjadi sumber penghidupan warga. Keberadaan sentra kerajinan tenun ini telah terbukti mampu menggerakkan perekonomian desa.

"Kain tenun hasil tangan lincah warga menjadi produk unggulan desa. Kami bangga, apalagi punya nilai pemberdayaan dan ekonomi," katanya, Jumat (11/7).

Baca Juga: Pemkot Magelang Bangun Ekosistem Bisnis Koperasi Modern lewat Forum Kontak Mitra supaya Naik Kelas

Bilal menyebut, saat ini terdapat sedikitnya 50 warga desa yang berkecimpung di kerajinan tenun. Seluruh pengrajin tersebut masih bertahan produksi tenun dengan peralatan tradisional.

Belum lama pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan berupa alat tenun bukan mesin. Bantuan diberikan karena tenun Seboro dianggap menjadi potensi daerah yang perlu dipertahankan.

Selain keindahan motif dan kekuatan serat, tenun khas Seboro kini mulai diminati pasar nasional. Bahkan belum lama juga telah dikirim ke berbagai negara di timur tengah.

Baca Juga: Telkom: Keberhasilan Korporasi Tak Lagi Diukur dari Kinerja Finansial tapi Kemampuan Mengelola Lingkungan

Hal ini membuktikan tenun buatan warga Seboro mampu bersaing dengan penghasil tenun wilayah lain. "Kalau saya bilang tenun jadi kekuatan, karena selama ini Kebumen utara identik dengan kantong kemiskinan," paparnya.

Rerata dalam sehari pengrajin di Desa Seboro lima meter kain tenun. Kain tersebut biasanya digunakan sebagai bahan utama pakaian, ada juga untuk kebutuhan fashion lain, seperti syal, selendang hingga sarung.

Adapun harga yang dibanderol setiap kain tenun bervariatif, mulai dari 60 ribu per meter tergantung model, motif dan ukuran.

Baca Juga: Astra Honda Optimis Bawa CBR Dominasi ARRC Motegi

Menurut Bilal, sentra tenun bukan hanya bicara perputaran ekonomi, tapi juga mendukung geliat Geopark Kebumen yang sekarang telah diakui Unesco. Belakangan ini tenun khas Seboro juga kerap tampil di berbagai ajang pameran tingkat regional hingga nasional.

"Kami juga berpartisipasi aktif, bagaimana geopark punya nilai lewat tenun khas Kebumen utara," pungkasnya. (fid)

Editor : Heru Pratomo
#Seboroik #timur tengah #Geopark Kebumen #tenun #kain tenun #Bupati Kebumen Lilis Nuryani #Ekspor #Kain tenun tradisional #Ekonomi Kreatif Desa