Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

TP PKK Kebumen Nurjanah: Kepala Keluarga Diajak Perhatikan Parenting Anak

Muhammad Hafied • Rabu, 6 Agustus 2025 | 04:12 WIB

TP PKK Kebumen Nurjanah
TP PKK Kebumen Nurjanah

KEBUMEN - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kebumen Nurjanah menegaskan pentingnya kepala keluarga ikut terlibat aktif dalam pola asuh anak. Hal ini dinilai penting karena kehadiran seorang bapak menentukan bagi tumbuh kembang anak.

Ia mengingatkan, periode emas seorang anak ditentukan pada seribu hari pertama bayi. Fase ini menjadi titik krusial karena tubuh dan otak sedang dalam masa pertumbuhan hingga matang. Sehingga perlu dukungan dari sosok bapak untuk menentukan kualitas karakter serta tumbuh kembang anak. "Pola asuh dari orang tua, termasuk ayah ini sangat penting. Bagaimana mengambil peran lebih," tegas Nurjanah kepada Radar Jogja, Selasa (5/8).

Baca Juga: PCX160 Roadsync Jadi Primadona di GIIAS 2025, Disusul Honda Stylo 160 dan Vario Series

Ia tak memungkiri masih ditemukan seorang bapak abai terhadap pola asuh anak. Bahkan, parahnya lagi ketika orang tua justru lebih memperhatikan kebutuhan pribadi, ketimbang kebutuhan anak. "Mohon maaf, mungkin ada ayah lebih penting beli rokok dibanding buay beli telur atau susu. Kalau bisa ya jangan," bebernya.

Ia menegaskan pentingnya orang tua memberikan asupan makanan dengan kadar gizi seimbang. Upaya ini sesuai dengan cita-cita program B2SA, yakni orang tua perlu memperhatikan pola makanan yang beragam, bergizi, sehat dan aman. "Ketika bayi sehat, rumah tangga itu akan baik. Potensi kekurangan gizi juga kecil," ungkapnya.

Baca Juga: Pejuang itu telah kembali Obituari Suryadharma Ali

Nurjanah menyatakan, selain pola asuh anak, TP PKK Kebumen akan menaruh perhatian lebih terhadap penanganan stunting. Menurutnya persoalan gizi kronis tidak bisa dianggap enteng, karena kurangnya asupan gizi akan menghambat tumbuh kembang anak serta rentan terhadap risiko penyakit. "Bicara stunting ini kompleks. Perlu diperhatikan kondisi pra nikah, saat kehamilan sampai pasca melahirkan," jelasnya.

Ia menyebut, prevalensi angka stunting di Kebumen terus menunjukkan penurunan. Dari sebelumnya pada tahun 2020 mencapai 15,34 persen, kini  sudah dibawah 10 persen. Progres positif ini telah sesuai amanah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), yakni angka prevalensi ditarget 14,2 persen pada tahun 2029. "Tetap saja kami akan kerja keras agar Kebumen terbebas stunting," ujarnya.

Baca Juga: Aksi Nyata SC Squad AHM Dukung Wisata Hijau di Pesisir Karawang

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kebumen Iwan Danardono mengatakan, stunting tidak serta merta akibat kurangnya asupan gizi, tetapi juga dipengaruhi faktor orang tua tidak memperdulikan pola asuh. Dia menjelaskan, saat ini pemerintah daerah telah menggulirkan dua program strategis untuk pengentasan stunting. Yaitu, gerakan orang tua asuh dan pencanangan tempat pengasuhan anak. "Edukasi berkelanjutan kami lakukan supaya masyarakat paham terkait stunting," katanya. (fid)

Editor : Heru Pratomo
#Nurjanah #rokok #ayah #TP PKK #kebumen #parenting