KEBUMEN - Rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-369 Kabupaten Kebumen bakal berlangsung semarak. Panitia kegiatan telah menyiapkan sedikitnya 4.000 porsi nasi penggel untuk dibagikan gratis kepada masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kebumen Frans Haidar mengatakan, makan nasi penggel bersama atau tradisi Kembul Bujana menjadi salah satu rangkaian peringatan hari jadi Kebumen.
Penyediaan ribuan kudapan ini bertujuan agar kuliner khas Kebumen dapat dikenal masyarakat luas. "4.000 porsi nasi penggel gratis akan disiapkan di Jalan Merdeka untuk seluruh masyarakat," jelasnya, Rabu (20/8).
Baca Juga: Tips & Info Ala Honda Istimewa, Perawatan Aki Sepeda Motor Honda
Frans mengatakan, nasi penggel menjadi salah satu ikon kuliner tradisional yang selalu hadir dalam setiap momen istimewa di Kebumen. Dia berharap sajian nasi penggel dapat menjadi sarana mempererat persatuan masyarakat Kebumen. "Nasi penggel bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari identitas dan sejarah daerah," ungkapnya.
Rangkaian perayaan Hari Jadi Ke-369 Kabupaten Kebumen dimulai pada 20 Agustus 2025. Di awali acara sakral seperti jamasan pusaka, ziarah makam leluhur dan tadarus alquran. Puncak perayaan berlangsung pada Kamis, 21 Agustus 2025, diawali dengan ppacara peringatan hari jadi di Pendopo Kabumian. Setelah itu ditampilkan pementasan tari kolosal.
Baca Juga: Siap Siaga, Layanan Honda CARE Hadir Bagi Konsumen Sepeda Motor Honda
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kebumen Yanie Giat Setyawan mengatakan, pihaknya telah menyiapkan 396 penari kolosal yang berasal dari pelajar sekolah menengah pertama. Para penari ini disiapkan untuk membawakan berbagai jenis tarian tentang perjalanan sejarah Kebumen.
Pementasan akan menampilkan perpaduan tiga tarian tradisional khas Kebumen, yaitu Tari Cepetan, Tari Kuda Lumping dan Tari Lawet. Sebagai rangkaian penutup, akan ditampilkan tarian "Puncak Pencapaian" bertajuk Kebumen Berdaya yang melambangkan kemajuan dan harapan. "Pementasan ini hasil kolaborasi dan kerja keras para guru seni tari dan budaya," bebernya. (fid)
Editor : Heru Pratomo