KEBUMEN - Anggota DPRD Kebumen dari daerah pemilihan (dapil) 1 mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam penggunaan media sosial (medsos). Hal ini diungkapkan saat pendidikan politik di Desa Sangubanyu, Kecamatan Buluspesantren, Selasa (16/9).
Salah satu anggota dewan Noviandri Dwi Alhadi mengatakan, penggunaan medsos adalah sebuah keniscayaan seiring pesatnya perkembangan teknologi. Kendati begitu, masyarakat juga perlu memperhatikan etika ketika berinteraksi di media sosial. "Tahan diri, bijaklah saat bermedsos. Mari rawat persatuan, supaya Kebumen guyub rukun," jelas Dwi.
Baca Juga: Setelah 10 Tahun, Pemkot Jogja Kembali Larang Bus dan Truk Masuk Kawasan Njero Beteng
Dia tak memungkiri banyak dinamika yang terjadi di tengah masyarakat akibat tersulut emosi di medsos. Kondisi ini yang kemudian menjadi pemantik perselisihan. Menurutnya, medsos saat ini tidak hanya sarana alternatif untuk menjalin silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang terbuka untuk penyampaian aspirasi dan saling berbagi informasi.
Dwi juga mengajak masyarakat untuk lebih teliti sebelum mencerna dan menyebarkan informasi. Dia tak ingin masyarakat justru terjebak dalam arus informasi yang menimbulkan perpecahan. "Sekarang banyak bersliweran info aneh-aneh. Masyarakat butuh cermat. Coba bandingkan antara berita satu dengan berita lain," ungkapnya.
DPRD, kata Sri, bekerja dari mulai tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban program pembangunan. Ia memastikan, DPRD Kebumen telah menjalankan tugas pokok, yakni legislasi, penganggaran dan pengawasan. "APBD kita Rp 3,1 triliun, pasti kami awasi buat apa uangnya," jelasnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo