Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Ini Alasan Warga Sampang Kebumen Enggan Mengungsi Meski Pergerakan Tanah Masih Terjadi, Pemdes Setempat Harap segera Ada Solusi

Muhammad Hafied • Selasa, 2 Desember 2025 | 03:55 WIB
PEMETAAN : Petugas BPBD Kebumen melakukan asesmen di lokasi rumah warga Desa Sampang, Kecamatan Sempor yang terdampak tanah bergerak. (Dokumentasi BPBD Kebumen)
PEMETAAN : Petugas BPBD Kebumen melakukan asesmen di lokasi rumah warga Desa Sampang, Kecamatan Sempor yang terdampak tanah bergerak. (Dokumentasi BPBD Kebumen)

KEBUMEN - Warga di Desa Sampang, Kecamatan Sempor yang terdampak tanah bergerak memilih tetap tinggal di rumah masing-masing.

Mereka enggan mengungsi karena kondisi per hari ini dinilai masih aman.

Kepala Desa Sampang Sarikun menyampaikan, sejauh ini aktivitas di desanya masih berlangsung normal.

Warga memilih tetap bertahan di rumah, meski di tengah ancaman fenomena tanah bergerak.

Kendati begitu, pemerintah desa terus mengimbau agar warga meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika cuaca ekstrem melanda.

"Harapan kami ya segera relokasi, tapi bilangnya warga masih betah," ucapnya, kepada Radar Jogja, Senin (1/12/2025).

Sarikun mengatakan, imbauan agar warga segera mengungsi sudah disampaikan berulang kali.

Namun, warga tetap bersikukuh tinggal di rumah. Dia menjelaskan, pergerakan tanah sampai sekarang masih terjadi. Kondisinya juga semakin parah jika hujan deras terus berlangsung.

"Masih dipatai terus. Saya juga minta RT ikut data rumah yang rusak," terangnya.

Menurut kades, fenomena tanah bergerak sangat menggaggu aktivitas warga. Sebab, banyak fasilitas umum, mulai jalan dan jembatan rusak akibat peristiwa tersebut.

Pemerintah desa (pemdes), lanjut Sarikun, berharap segera ada solusi untuk mengurai persoalan yang sedang dihadapi warga Desa Sampang.

Baca Juga: Ini Dia, Tinandrose, Penulis dan Kreator Bercadar yang Namanya Kian Disorot Publik Setelah Dipinang Fiki Naki

Camat Sempor Marlan menyampaikan, pendekatan secara humanis terus dilakukan agar warga bersedia mengungsi ke tempat aman.

Pemerintah juga telah berkoordinasi lintas sektor untuk menentukan titik lokasi pengungsian.

Rencananya, tempat pegungsian ada di lapangan desa dan kantor kecamatan. "Jujur, saya sendiri melang-melang (khawatir). Namanya bencana bisa datang kapan saja," ungkapnya.

Dia berharap warga mendengar arahan pemerintah. Semua dilakukan guna menghindari kerugian fatal jika terjadi bencana.

Pihaknya juga telah mendirikan posko darurat bencana tanah bergerak di kompleks kantor kecamatan.

"Sangat bahaya kalau tidak relokasi. Sekarang tanah juga masih gerak," sambungnya.

Berdasar hasil asesmen, tim BPBD mencatat fenomena tanah bergerak ini terjadi tiga padukuhan. Yakni, Padukuhan Semapir, Padukuhan Pinisihan dan Padukuhan Pathok.

Jika diakumulasi peristiwa tanah bergerak berada di area luasan sekitar 89 hektare.

Kejadian ini menimbulkan rekahan dengan lebar bervariasi pada kontur tanah di permukiman warga serta area persawahan. Akibatnya ada 65 rumah turut terdampak tanah bergerak. (fid/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#tanah bergerak #warga #pergerakan tanah #kebumen #Desa Sampang #tak mau mengungsi