KEBUMEN – Diduga menerobos palang pintu kereta yang belum menutup sempurna, truk tronton tertabrak kereta api (KA) di perlintasan kereta api Desa Lundong, Kecamatan Kutowinangun pada Selasa (27/1) malam.
Dalam insiden ini sebuah truk tronton dengan nomor polisi L 8861 UC menabrak pos jaga perlintasan kereta api hingga hancur.
Informasi dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.30. Sebelum kejadian, truk tronton tanpa muatan itu diketahui melintas dari arah timur. Tepat di dekat perlintasan kereta api, truk berwarna hijau itu diduga menerobos palang pintu yang belum tertutup sempurna.
Di saat bersamaan melintas cepat KA Gajayana relasi Surabaya-Gambir. Tabrakan antara truk dan kereta pun tak dapat dihindarkan. Truk yang tertemper kereta itu kemudian terseret dan menimpa pos jaga perlintasan.
"Tidak tahu apa nutupnya telat atau seperti apa. Tapi pas tabrakan posisi pintu ketutup setengah," kata saksi di sekitar lokasi kejadian Miftahudin.
Petugas yang berada di lokasi menyebut, terdapat tiga korban dalam peristiwa tersebut. Satu korban yang merupakan sopir truk meninggal di lokasi kejadian. Sedangkan dua korban lain harus dilarikan ke rumah sakit karena terluka.
Kedua korban masing-masing petugas jaga perlintasan dan kernet truk. "Yang MD (meninggal dunia) dievakuasi. Korban luka sudah dibawa ke RSUD Prembun," kata petugas Satlantas Polres Kebumen.
Akibat kecelakaan ini, perjalanan kereta api sempat terganggu. Kereta tampak melaju dengan kecepatan terbatas sekitar 40 kilometer per jam demi alasan keselamatan.
"Untuk kronologi lengkapnya dan juga penyebabnya, kami masih menunggu pemeriksaan resmi," terang Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto M As’ad Habibuddin.
Pantauan di lokasi, pos jaga berukuran sekitar 3x3 meter tampak hancur. Selain itu, satu unit sepeda motor yang berada di pos ikut ringsek akibat ditabrak truk.
Kecelakaan tersebut juga menimbulkan kemacetan panjang. Petugas terpaksa memberlakukan buka tutup jalur untuk mengurai kendaraan dari arah Jogja maupun sebaliknya.
Sebanyak 21 perjalanan KA terganggu akibat kecelakaan antara truk tronton dengan KA Gajayana di JPL 582 petak Jalan Raya Prembun-Kutowinangun, pada Selasa (27/1) malam. Insiden ini sempat membuat 21 perjalanan kereta terlambat.
As’ad menambahkan, butuh waktu lama dalam proses evakuasi. Karena truk menutup salah satu jalur sejak kecelakaan terjadi sekitar pukul 21.32. Setelah dilakukan penanganan petugas, pada Rabu (28/1) pukul 02.50 jalur hulu maupun hilir dapat kembali dilalui kereta api dengan kecepatan normal.
“Dampak dari insiden tersebut sebanyak 21 perjalanan kereta api mengalami keterlambatan,” jelas As’ad.
Pihaknya pun menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan perjalanan yang terjadi akibat insiden tersebut. Sebagai bentuk tanggung jawab, PT KAI telah memberikan pemulihan layanan (service recovery) kepada pelanggan terdampak sesuai ketentuan berlaku.
As’ad memastikan, dalam peristiwa itu seluruh penumpang dan awak KA Gajayana dalam kondisi selamat. Namun demikian, petugas penjaga perlintasan dilaporkan mengalami luka, sementara pengemudi truk meninggal dunia.
Terkait kronologi lengkap dan penyebab pasti terjadinya insiden, PT KAI masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang. "Atas kejadian tersebut, KAI Daop 5 Purwokerto menyampaikan belasungkawa," terangnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo