RADAR PURWOREJO - Sekitar 20 ribu warga Muhammadiyah tumpah ruah di Alun-Alun Kebumen pada Minggu (19/5) pagi. Mereka datang dari berbagai wilayah se Eks Karesidenan Kedu untuk memeriahkan agenda tahunan bertajuk Wisata Dakwah Aisyiyah.
Sejak pagi, armada pengangkut rombongan warga Muhammadiyah tampak memadati jalan protokol di seputar kota Kebumen. Aktivitas ini sontak menimbulkan kepadatan arus lalu lintas di beberapa titik.
Terutama di Jalan Soekarno-Hatta yang menuju arah alun-alun. Program rutin tahunan ini digelar secara bergilir oleh Pengurus Daerah Aisyiyah (PDA) di tingkat eks Karesidenan Kedu. Adapun tahun ini Kebumen mendapat jatah sebagai tuan rumah penyelenggara.
Dalam kegiatan tersebut ditampilkan berbagai potensi serta gelar karya dari setiap daerah. "Agama Islam dalam pandangan Muhammadiyah tidak harus dipahami dengan cara sulit, harus ditampilkan dalam cara menggembirakan," kata Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah Tafsir.
Tafsir menyampaikan, agenda rutin bertajuk wisata dakwah ini dijadikan sebagai ajang silaturahmi antar warga Muhammadiyah. Momentum langka ini juga menunjukkan nilai Muhammadiyah dalam mengedepankan prinsip dakwah mudah dan menggembirakan. "Dakwah harus gembira. Fakwah harus disertai suasana kreatif," bebernya.
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyambut baik atas gelaran yang digagas pengurus Asisiyah. Kegiatan tersebut dinilai membawa dampak terhadap perputaran ekonomi daerah. Dia juga mengapresiasi kiprah seluruh badan otonom Muhamamdiyah yang selama ini berkomitmen untuk bersama membangun Kebumen di berbagi sektor.
"Aisyiyah telah menjalankan dakwah di tengah masyarakat selama 107 tahun. Usia yang tidak lagi muda," ucapnya.
Pada kesempatan itu, Arif berjanji akan memberikan hibah Rp 800 juta untuk PD Aisyiyah Kebumen dan Rp 1 Miliar untuk PD Muhammadiyah Kebumen.
Hibah tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi nyata yang telah diberikan Muhammadiyah. "Saya kira kiprah Muhammadiyah di Kebumen tidak perlu diragukan lagi melalui amal sosial dan amal usahanya," ujarnya. (fid/din)
Editor : Satria Pradika