Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Ada Geopark, kembangkan Geowisata Datang ke Kebumen untuk Belajar Alam

Muhammad Hafied • Rabu, 5 Juni 2024 | 17:10 WIB
INDAH : Bentang alam Kebumen yang masuk dalam kawasan Geopark Kebumen. Tim Unesco Global Park dijadwalkam akan melakukan penilaian lapangan pertengahan Juli mendatang.
INDAH : Bentang alam Kebumen yang masuk dalam kawasan Geopark Kebumen. Tim Unesco Global Park dijadwalkam akan melakukan penilaian lapangan pertengahan Juli mendatang.

RADAR PURWOREJO - Badan Pengelola (BP) Geopark Kebumen optimis predikat Unesco Global Geopark (UGG) dalam waktu dekat segera diraih. Berbagai upaya sampai sekarang terus dilakukan demi status UGG. Termasuk penekanan konsep wisata berbasis edukasi sebagai lokomotif pengembangan Geopark Kebumen.

General Manajer Geopark Kebumen Sigit Tri Prabowo manyampaikan, kekayaan geologi menjadi daya tawar tersendiri di Kebumen.

Belum lagi kekayaan geologi ini juga didukung keberadaan BRIN di Karangsambung. Sehingga, cukup ideal jika mengemas geopark dengan edukasi wisata atau eduwisata. "Kebumen punya hamparan alam yang tidak dimiliki daerah lain. Itu modal yang kami tekankan," kata Sigit, Selasa (4/6).

Sigit menyebut, Geopark Kebumen memiliki 55 geosite atau bagian kecil dari geopark. Mayoritas geosite ini berorientasi pada edukasi wisata. Dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait potensi alam terutama menyangkut aspek geologi. "Anak sekolah sampai mahasiswa datang ke Kebumen ya untuk belajar alam," ujarnya.

Dia bersyukur, keberadaan Geopark Kebumen didukung regulasi berupa Perda dan Perbup. Kedua regulasi tersebut sebagai payung hukum tentang pengelolaan geopark secara berkelanjutan. Artinya, Geopark Kebumen bukan sekadar program sesaat. "Rencana pembangunan jangka panjang Kebumen juga termaktub geopark. Jadi tidak asal-asalan," ujar Sigit.

Dalam waktu dekat, kata Sigit, Geopark Kebumen akan memasuki tahap penilaian dari Unesco. Tahap ini menjadi penting guna menentukan kelayakan penyematan status UGG. "Asasemen 20-25 Juli 2024. Sudah pembagian tugas berbasis waktu dan bidang. Desa juga sudah mulai pembenahan geosite," ucapnya.

Terpisah, Peneliti BRIN Bidang Sosial Ekologis Rubangi Al Hasan menyampaikan, eduwisata di kawasan Geopark Kebumen kini lebih mengena berkat didukung keberadaan kampus LIPI atau BRIN di Karangsambung. Dia juga mengingatkan pentingnya menggali aspek biodiversitas atau keanekaragaman hayati khas Kebumen. Artinya, pengelolaan Geopark Kebumen seyogiyanya tidak bertumpu pada unsur konservasi alam, tapi juga perlu memperhatikan kekayaan biodiversitas. "Kultur sudah banyak ya, bioderversity terkait flora dan fauana ini belum digali. Tumbuhan dan khas di Kebumen juga perlu dijaga,"  terangnya.

Selain itu, menurut Rubangi badan pengelola geopark juga harus melibatkan unsur kampus di Kebumen. Posisi para akademisi baginya cukup sentral untuk memastikan pengelolaan geopark berkelanjutan. "Ya, lebih diperbanyak kajian. Para pakar harus terlibat aktif," jelas Rubangi. (fid/pra)

Editor : Satria Pradika
#Geopark Kebumen #eduwisata