RADAR PURWOREJO - Wakil Bupati (Wabup) Kebumen Ristawati Purwaningsih menerima penghargaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) kategori berprestasi tingkat nasional. Penghargaan tersebut diberikan langsung Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Jumat (14/6).
Wabup Ristawati mengatakan, torehan prestasi tersebut tak lepas dari hasil kerja keras lintas sektor. Antara dinas di lingkup Pemkab Kebumen, BUMD, Bulog, swasta dan lembaga lain. Ia bersyukur, banyak pihak di luar pemkab selama ini ikut peduli dalam menekan laju angka inflasi di Kebumen.
"Banyak pihak terlibat mendukung kestabilan pasokan dan harga kebutuhan pokok. Inflasi di Kebumen jadi stabil," kata Ristawati.
Ia berharap, angka inflasi di Kebumen tetap terjaga dan daya beli masyarakat terjangkau. Dengan begitu tingkat kesejahteraan meningkat serta angka kemiskinan menurun.
Ristawati menyebut, berbagai upaya terus dilakukan pemkab agar inflasi terkendali. Antara lain pemkab melalui dinas terkait terus mendorong ada perluasan lahan tanam sebagai bentuk ketahanan pangan.
Kemudian, eksekutif bersama legislatif kini juga sedang menpersiapkan payung hukum berupa Perda menyangkut cadangan pangan. Berikutnya menggalakan gerakan optimalisasi lahan pekarangan serta mendorong tanaman pangan pendamping beras. "Prinsip, pemkab itu tidak tinggal diam. Terus mencari pola supaya inflasi dapat ditekan," ucapnya.
Ristawati menerangkan, ada beberapa hal pokok arahan presiden yang perlu menjadi perhatian dalam penanganan inflasi. Yakni, jajaran pemerintah daerah tak boleh terlena karena ekonomi global kini belum bersahabat. Belum lagi perang Rusia-Ukraina membawa pengaruh terhadap stabilitas harga dunia.
Selain itu, adanya ancaman pemanasan global. PBB telah menyebut kondisi ini sebagai neraka iklim yang berimbas pada berkurangnya pasokan air pertanian. "Sesuai dengan prinsip ekonomi, kalau harga semakin meningkat. Otomatis inflasi meningkat, daya beli menurun. Korbannya adalah rakyat," jelas Ristawati.
Kabag Perekonomian dan SDA pada Sekretariat Daerah (Setda) Kebumen Purnowati menambahkan, tingkat inflasi di Kebumen masih dalam kondisi wajar. Menurutnya, inflasi daerah bisa dikatakan cukup mengkhawatirkan manakala sudah menyentuh angka lebih dari empat persen.
Dia menjelaskan, secara makro penilaian inflasi tidak dapat berdiri sendiri. Melainkan melalui perhitungan dari berbagai indikator. Khusus Kebumen, sampai sekarang masih mengacu pada kondisi inflasi di wilayah Banyumas Raya. "Inflasi dapat ditolerir itu kalau 2-4 persen. Di Indonesia secara umum tidak begitu tinggi. Kebumen masih di angka tiga persen," terangnya. (fid/pra)