Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Anggota Komisi IV DPR RI Soroti Keberlangsunan BUBK, Hasil Panen Udang Dinilai Belum Optimal, Perlu Diversifikasi

Muhammad Hafied • Rabu, 3 Juli 2024 | 14:00 WIB
Tampilan teras depan Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen yang berada di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan. (M Hafied/Radar Jogja)
Tampilan teras depan Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen yang berada di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan. (M Hafied/Radar Jogja)


RADAR PURWOREJO - Anggota Komisi IV DPR RI Darori Wonodipuro menyoroti pengembangan Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan. Ada beberapa poin yang menjadi perhatian legislator tersebut.

Utamanya terkait hasil panen udang yang selama ini dinilai belum cukup optimal. "Kalau saya melihat hasil belum optimal ya. Perlu ditingkatkan lagi," ungkapnya, saat berkunjung di BUBK Kebumen, Selasa (2/7).


Darori menyebut, Komisi IV akan memberikan rekomendasi atau saran berupa kajian guna optimalisasi hasil panen. Termasuk tak menutup kemungkinan alternatif mengganti udang jenis lain. "Apa yang kira-kira bisa. Karena jenis udang kan banyak ya," sambungnya.


Mantan Dirjen di KLHK asal Kebumen itu berharap, keberadaan BUBK memberikan manfaat luas bagi warga setempat. Dia juga meminta agar warga sekitar tak hanya jadi penonton, tapi pelaku yang terlibat langsung di dalamnya. Artinya, kata Darori, pemkab perlu hadir untuk menekan angka pengangguran. "Pemkab harus mengamankan areal. Saya minta itu, karena waktu pembangunan tantangan banyak," ujar politisi Partai Gerindra itu.


Pemkab, lanjut Darori, juga perlu memastikan keberlangsungan BUBK. Dia tak ingin tambak udang modern tersebut justru tidak memberikan manfaat lebih. Oleh karena itu, butuh komitmen pemkab demi menjamin keberlangsungan BUBK.


Darori secara pribadi justru sepakat BUBK dikelola swasta atau investor. Asalkan pola kerjasama diatur secara jelas. Kemudian, pertimbangan nilai kontrak dapat membawa keuntungan tersendiri bagi pendapatan daerah. "Invenstor itu misalkan bayar Rp 200 miliar. Dari itu dikembangkan lagi bikin ke tempat lain," jelasnya.


Sekadar informasi, BUBK merupakan tambak udang modern yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Konsep tambak udang ini menjadi percontohan di Indonesia dengan luas lahan potensial mencapai 100 hektare. Dalam pengelolaannya, BUBK mengandalkan teknologi dengan target hasil panen mencapai 40 ton per hektare.


Sebelumnya, pada awal Maret 2023 BUBK Kebumen diresmikan langsung Presiden Joko Widodo. Berselang enam bulan, Wakil Presiden KH Maruf Amin datang bersama rombongan untuk panen perdana udang vaname di BUBK.


Bupati Kebumen Arif Sugiyanto berencana melibatkan kepala desa (kades) untuk memasarkan hasil budidaya udang berbasis kawasan (BUBK). Peran kades dinilai cukup strategis dalam mendukung potensi hasil perikanan di wilayah pesisir selatan Kebumen. "Nanti kades itu diberi ruang treading (jual-beli) udang. Jadi bukan gratis," jelas Arif.


Arif pun kini sedang intens menjalin komunikasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Komunikasi ini menyangkut pembahasan rumusan bentuk kerjasama yang bakal ditempuh. "Komunikasi saya dengan Pak menteri diberikan slot untuk menjual udangnya. Kurang lebih satu kades, (dijatah) satu ton," ungkapnya. (fid/din)

Editor : Satria Pradika
#komisi iv dpr ri #BUBK Kebumen #Budidaya Udang Berbasis Kawasan #panen udang #kebumen